BANDA ACEH – Tangan dingin Muzakir Manaf atau yang akrab disapa Mualem telah membuat jajaran Komite Olahraga Nasional (KONI) Aceh bekerja solid dan ekstra. Tonggak tren positif prestasi olahraga Aceh pun dimulai di masa Mualem memimpin KONI Aceh.
Hal tersebut disampaikan oleh Sekretaris Daerah Aceh M Nasir, dalam sambutannya pada acara Buka Puasa Bersama KONI Aceh dengan pelaku olahraga, atlet, pelatih dan anak yatim, di GOR Persatuan Angkat Berat Angkat Besi dan Binaraga Seluruh Indonesia, Minggu (8/3/2026) sore.
“Pak Gubernur berulang kali menegaskan, bahwa KONI Aceh adalah kawah candradimuka dalam mempersiapkan atlet-atlet Aceh menjadi pribadi yang kuat dan berprestasi,” ujar Sekda.
*Ungkapan ini bukan tanpa alasan, melalui tangan dinginnya, Mualem sukses menancapkan tonggak tren positif prestasi olahraga Aceh di masa beliau memimpin KONI. Jika sebelimnya Aceh selalu berkutat di peringkat 20an pada setiap even PON. Di masa Mualem prestasi atlet Aceh terus meningkat,” sambung M Nasir.
Sekda kemudian menjabarkan tren positif kontingen PON Aceh pada PON Jabar. Saat itu Aceh berhasil naik ke peringkat 17 dengan Raihan 8 medali emas. Selanjutnya di PON Papua kontingen PON Aceh melompat ke peringkat 12 dengan Raihan 11 medali emas.
Mualem juga sukses membawa PON XXII ke-Aceh. Bersama Provinsi Sumatera Utara, Aceh menjadi panitia bersama yang merupakan skema baru penyelenggaraan PON, yaitu digelar di dunia provinsi berbeda.
Almarhum Kamaruddin Abubakar atau akrab disapa Abu Razak sang suksesor, berhasil melanjutkan tren positif yang dimulai Mualem. Sebagaimana diketahui, saat Mualem menjabat Ketua Umum KONI Aceh, Abu Razak merupakan Ketua Harian.






