BANDA ACEH — Panggung peringatan Hari Kesiapsiagaan Bencana (HKB) 2026 di kawasan Car Free Day (CFD) Kota Banda Aceh, Minggu (26/4/2026), diramaikan oleh penampilan Seni Adaptasi *Nandong Smong* yang memadukan kearifan lokal dengan pesan edukasi kebencanaan.
Pertunjukan ini dibawakan oleh tim kolaborasi yang terdiri dari Generasi Edukasi Nanggroe Aceh (GEN-A), FASTANA-TDMRC Universitas Syiah Kuala (USK), mahasiswa Magister Ilmu Kebencanaan (MIK) USK, serta alumni Student Exchange KMITL–USK. Penampilan tersebut berhasil menarik perhatian masyarakat yang tengah beraktivitas di kawasan CFD.
Seni Adaptasi Nandong Smong merupakan pengembangan dari tradisi lisan masyarakat Simeulue yang menyampaikan pesan tentang tanda-tanda tsunami dan langkah penyelamatan diri. Karya ini pertama kali dikembangkan oleh Tim PECI dan PASMINA USK pada 2019, kemudian dikembangkan kembali oleh GEN-A agar lebih kontekstual dan relevan dengan generasi masa kini.
Dalam pertunjukan tersebut, pesan kebencanaan disampaikan melalui kombinasi puisi, musikalisasi, dan paduan suara yang menyentuh. Pembacaan puisi dibawakan oleh Denni Mulyani dan Ikrama Agung, sementara paduan suara dan musikalisasi puisi diisi oleh Mina Shafira, Raihana Ulfa, Nanda Perdana Wartin, Safiratun Nadia, Farras, Munadi, dan Ikmaldi Nabawi.
Direktur Eksekutif GEN-A, dr. Imam Maulana, yang juga merupakan pembina tim adaptasi *Nandong Smong* dan mahasiswa Magister Ilmu Kebencanaan USK, menekankan pentingnya pendekatan budaya dalam edukasi kebencanaan.








