Menurut keterangan Keuchik Kota Baru H. Eddy Erwinsyah, ST menyampaikan bahwa adapun indikator komponen utama yang harus dipenuhi ada tiga, yaitu kegiatan adaptasi perubahan iklim, kegiatan mitigasi perubahan iklim, dan kelembagaan masyarakat dan dukungan keberlanjutan, termasuk didalamnya kebijakan kebijakan pemerintah.
“Untuk kegiatan adaptasi itu ada pengendalian kekeringan, bajir, dan longsor, kemudian ada ketahanan pangan, pengendalian penyakit terkait iklim, dan pola hidup bersih dan sehat,” jelas Eddy saat dikonfirmasi Sabtu (1/8/2026).
Adapun untuk kegiatan mitigasi itu ada pengelolaan sampah, limbah padat dan cair, penggunaan energi baru-terbarukan, konservasi dan penghematan energi, serta meningkatkan atau mempertahankan tutupan vegetasi.
Ia menjelaskan bahwa penilaian proklim tidak hanya menitikberatkan pada kelengkapan administrasi, tetapi juga melihat keberlanjutan aksi yang telah dilakukan masyarakat.

Karena itu, ia berharap berbagai kebiasaan baik yang selama ini tumbuh di Gampong Kota Baru dapat terus dijaga dan dikembangkan.
“Sebenarnya penilaian proklim ini sangat luas, termasuk kebijakan-kebijakan dari pemerintah baik kota maupun gampong, kelembagaan yang ada di gampong, itu semuanya menjadi indikator penilaian untuk proklim di semua tingkatan.”












