Scroll untuk baca artikel
Berita

Banda Aceh Kini Berfokus pada Ketangguhan Menghadapi Bencana

×

Banda Aceh Kini Berfokus pada Ketangguhan Menghadapi Bencana

Sebarkan artikel ini

Linimedia.id-Banda Aceh semakin menegaskan komitmennya untuk membangun ketangguhan dalam menghadapi bencana dengan menggandeng masyarakat dan berbagai pihak dalam kebijakan dan infrastruktur. Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal, menekankan hal ini dalam kegiatan U-DARE 4.0 yang berlangsung di Auditorium Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Syiah Kuala, Kamis (15/10).

“Kesiapsiagaan bukan hanya saat bencana datang, tetapi harus menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat,” ujar Illiza. Menurutnya, pengalaman pahit tsunami 2004 menjadi pelajaran berharga untuk mengantisipasi dan mengurangi risiko bencana di masa depan. Banda Aceh kini tidak hanya bersiap menghadapi tsunami dan gempa, tetapi juga berbagai risiko baru seperti banjir dan cuaca ekstrem.

Illiza menjelaskan empat prinsip utama dalam pembangunan kota tangguh: Honoring Memory, Inclusive Reconstruction, Building Back Better, dan Preparedness as a Culture. Ia menggarisbawahi pentingnya mengingat sejarah dan melibatkan masyarakat dalam proses pembangunan.

“Museum Tsunami Aceh dan Kuburan Massal Tsunami menjadi penting sebagai sarana edukasi untuk generasi mendatang,” tambahnya. Prinsip Inclusive Reconstruction mengedepankan pengetahuan lokal dalam perencanaan dan pengembangan infrastruktur, termasuk gedung evakuasi vertikal dan sistem peringatan dini tsunami.

Banda Aceh telah membangun tujuh gedung evakuasi dan sistem peringatan dini tsunami dengan harapan meningkatkan keselamatan masyarakat. Namun, Illiza mengingatkan bahwa keberadaan fasilitas tersebut harus diimbangi dengan pemeliharaan dan pelatihan yang rutin bagi masyarakat, terutama dalam menghadapi situasi darurat.

Kolaborasi menjadi kunci dalam memperkuat ketahanan. Illiza menekankan pentingnya keterlibatan perguruan tinggi, media, dan pelaku usaha. Kolaborative efforts aim to translate scientific research into actionable policies and programs that directly benefit the community.

Pemerintah Kota Banda Aceh menargetkan untuk menjadikan kota ini sebagai living laboratory kebencanaan, tempat kolaborasi antara pemerintah, akademisi, dan mitra internasional untuk mengembangkan solusi inovatif dalam menghadapi bencana.

Baca Juga :  Wawalko Afdhal Gelar Buka Puasa Bersama Tokoh dan Masyarakat

Ke depan, Banda Aceh akan terus memperkuat infrastruktur evakuasi dan meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai risiko bencana melalui program pendidikan kebencanaan. “Kita tidak hanya membangun untuk hari ini, tetapi untuk generasi mendatang,” katanya, mengingatkan akan pentingnya bekal pengetahuan bagi masyarakat.

[Red]