Scroll untuk baca artikel
Nasional

AHY Sebut Ada yang tak Inginkan Terbentuknya Koalisi Nasdem-Demokrat-PKS

74
×

AHY Sebut Ada yang tak Inginkan Terbentuknya Koalisi Nasdem-Demokrat-PKS

Sebarkan artikel ini
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan bersama Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menyapa para keder Partai Demokrat sebelum melakukan pertemuan di kantor DPP Partai Demokrat, Jakarta, Jumat (7/10/2022). Silahturahmi Anies-AHY tersebut membahas soal dinamika politik jelang Pilpres 2024. Republika/Prayogi

LM – BOGOR — Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) melantik 27 pengurus Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Demokrat se-Jawa Barat. Dalam pidatonya di acara tersebut, ia menyampaikan perkembangan komunikasi dengan Partai Nasdem dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

Ia mengatakan, saat ini Partai Demokrat dekat dengan kedua partai tersebut. Namun dalam komunikasi itu, AHY tak menampik adanya hambatan yang membuat ketiganya urung mendeklarasikan kerja sama politik bernama Koalisi Perubahan itu.

Table of Contents

“Hari ini kita berkomunikasi baik dengan dua partai yang ada di nasional, yaitu Nasdem dan PKS. Pertanyaan langsung dijawab, itu interaktif namanya, padahal saya tidak minta dia bertanya,” ujar AHY dalam pidatonya yang menjawab pertanyaan salah satu kader Partai Demokrat di Sentul International Convention Center (SICC), Bogor, Sabtu (19/11).

“Tetapi politik itu banyak sekali dinamika dan hantaman, ada yang tidak menginginkan itu terjadi,” sambungnya.

Padahal, koalisi antara Partai Demokrat, Partai Nasdem, dan PKS disebutnya memiliki peluang yang besar untuk sukses di kontestasi nasional mendatang. Karenanya, ia meminta seluruh kader partai untuk terus berikhtiar.

“Tentu, tentu kalau (koalisi) itu terjadi, mungkin dianggap sebagai sebuah peluang bagi kita untuk sukses, sehingga banyak upaya agar itu tidak terjadi, tidak perlu khawatir, InsyaAllah sekali lagi jika kita punya niat yang baik, maka dijagalah ikhtiar besar kita ini,” ujar AHY.

Dalam politik, ia mengatakan bahwa dinamika dan kemungkinan apapun masih dapat terjadi. Apalagi pendaftaran pasangan calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres) baru dibuka pada Oktober 2023.

Eksplorasi konten lain dari LiniMedia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca