Scroll untuk baca artikel
Advertorial

Imunisasi Lengkap Untuk Anak Bentuk Tanggungjawab Orangtua Melindungi Generasi Penerus

57
×

Imunisasi Lengkap Untuk Anak Bentuk Tanggungjawab Orangtua Melindungi Generasi Penerus

Sebarkan artikel ini

Linimedia.id, Pemberian imunisasi lengkap kepada anak adalah bentuk tanggungjawab langsung orang tua (Ortu) kepada anaknya, dan itu juga menjadi tanggungjawab pemangku kebijakan terkait, sebagai upaya melindungi anak-anak sebagai generasi penerus bangsa agar terhindar dari berbagai macam penyakit.

Kepala Dinas Kesehatan Aceh dr. Hanif mengatakan, Ada begitu banyak penyakit yang menghantui generasi Aceh. imunisasi menjadi salah satu skema kesehatan untuk melindungi anak pada masa usia keemasan.

Table of Contents

Menurutnya, imunisasi pada anak secara lengkap juga perlu dilakukan. Kalau mau kebal dari penyakit maka kita harus masuk pada kegiatan kekebalan, dengan cara imunisasi. Analoginya seperti kalau mau iman kita kebal, maka sebulan dalam setahun kita masuk dalam Bulan Ramadhan dengan segala kelebihan amalannya, untuk menyucikan diri dan menguatkan iman.

Aceh telah berhasil menangani masalah Pandemi Covid-19 di Aceh. Sebagaimana keberhasilan menangani Covid tersebut, tentu saja imunisasi anak juga harus sukses agar terhindar dari berbagai penyakit. Ia mengatakan, suksesnya imunisasi anak merupakan upaya membentuk masa depan yang baik.

“Jangan lalai untuk tidak imunisasi generasi penerus kita. Banyak penyakit menghantui kita,” tuturnya.

Masyarakat diimbau melengkapi imunisasi anak demi meningkatkan kekebalan tubuh dan melindungi dari penyakit.

pencegahan penyakit lewat imunisasi penting karena banyak penyakit yang bisa dicegah dengan imunisasi, seperti diare dan hepatitis.

“Tinggal masyarakat mau dan mampu datang ke fasilitas kesehatan, ayo jangan jangan ketinggalan (imunisasi).”

Lewat imunisasi, lanjut dia, pemerintah berupaya mencegah masyarakat terjangkit penyakit yang dapat menimbulkan dampak luar biasa.

Lebih lanjut dr.Hanif mengatakan, imunisasi dasar pada anak diberikan untuk bayi usia 0-18 bulan meliputi imunisasi HBO untuk mencegah hepatitis B dan kanker hati diberikan kepada bayi baru lahir hingga usia 24 jam; imunisasi BCG dan Polio 1 untuk mencegah tuberkulosis dan polio diberikan pada bayi usia satu bulan; imunisasi DPT, HB, Hib, dan Polio 2 untuk mencegah difteri, pertusis, tetanus, hepatitis B, haemophilus, influenza tipe b.

Baca Juga :  DPRK Paripurna Penyampaian Penjelasan Tentang Perubahan Rancangan Qanun Perubahan Qanun Nomor 11 Tahun 2016

Kemudian polio untuk bayi usia dua bulan; imunisasi DPT, HB, Hib, dan Polio 3 untuk mencegah difteri, pertusis, tetanus, hepatitis B, haemophilus, influenza tipe b. Polio untuk bayi usia tiga bulan; imunisasi DPT, HB, Hib, polio 4, dan IPV untuk mencegah difteri, pertusis, tetanus, hepatitis B, influenza tipe b.

Selanjutnya polio diberikan untuk bayi usia empat bulan; dan imunisasi campak dan rubela untuk mencegah penyakit campak dan rubella diberikan kepada bayi usia sembilan bulan.

Kemudian ada imunisasi lanjutan yang diberikan kepada anak usia 12-14 bulan berupa imunisasi DPT, HB, Hib, campak, dan rubela. Seorang anak dinyatakan sudah diimunisasi dasar lengkap apabila sudah mendapatkan semua imunisasi tersebut sesuai dengan jadwal.

Pemberian imunisasi yang digiatkan melalui BIAN untuk mencegah kesakitan dan kecacatan akibat penyakit campak, rubela, polio, pneumonia atau radang paru, meningitis atau radang selaput otak, pertusis atau batuk rejan, dan hepatitis B. Dalam

Dokter Novi Yuliana salah seorang dokter di Puskesmas Jaya Baru mengatakan Sebelum memberikan imunisasi pada anak, terlebih dahulu akan diskrining seperti mengecek kesehatan anak secara umum.

“Kalau untuk imunisasi anak ketika skrining paling kita tanya apakah sedang demam atau sedang batuk pilek, kalau tidak bisa langsung disuntikkan imunisasinya,” ujarnya.

Novi menjelaskan, selama dua tahun terakhir, khususnya di Kecamatan Jaya Baru, tingkat partisipasi orang tua yang membawa anaknya ke posyandu untuk diimunisasi sangat menurun. Banyak orang tua berpikir pemberian imunisasi kepada anak sama dengan vaksinasi Covid-19 sehingga membuat mereka menjadi waswas.

“Kalau kita lihat dari capaian imunisasinya dalam dua tahun ini jauh menurun, makanya keluarlah BIAN untuk mengejar kembali yang ketinggalan selama pandemi, jadi sampai usia lima tahun masih bisa dikejar untuk pemberian imunisasi dasar ini,” katanya.

Baca Juga :  Ketua DPRK Banda Aceh Terima Kunjungan Pegiat Bonsai PPBI

Dampak dari menurunnya cakupan imunisasi pada anak ini kata Novi, telah menyebabkan munculnya penyakit campak dan diketahui di setiap kecamatan di Banda Aceh ditemukan kasusnya sehingga menjadi kasus luar biasa[adv]

Eksplorasi konten lain dari LiniMedia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca