Scroll untuk baca artikel
Advertorial

Meuleumak dalam Perspektif Generasi Muda: Antara Tradisi, Identitas, dan Ruang Berkumpul

×

Meuleumak dalam Perspektif Generasi Muda: Antara Tradisi, Identitas, dan Ruang Berkumpul

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi.

Bagi generasi tua di Aceh, meuleumak adalah kenangan yang hangat. Namun bagi generasi muda, makna tradisi ini sedang mengalami transformasi. Di tengah perkembangan teknologi dan perubahan gaya hidup, meuleumak tidak punah, melainkan berubah bentuk dan ruangnya. Generasi kini mulai memaknai tradisi tersebut dengan cara yang lebih praktis, lebih modern, tetapi tetap memuat nilai kebersamaan yang menjadi ruh utama meuleumak.

Dulu, meuleumak berlangsung di serambi rumah atau meunasah. Ibu-ibu mempersiapkan masakan bersama, anak-anak berlarian sambil menunggu waktu makan, sementara para ayah berbincang tentang urusan gampong. Namun bagi generasi muda, ruang meuleumak kini bergeser ke warkop, halaman komunitas, bahkan ke platform digital—meski tidak lagi dalam bentuk makan bersama secara fisik, tetapi dalam bentuk ruang kumpul yang memiliki semangat serupa.

Table of Contents

Generasi muda Aceh hidup dalam zaman yang ritme kehidupannya sangat cepat. Banyak di antara mereka merantau ke kota besar atau belajar di perguruan tinggi, sehingga intensitas kebersamaan di kampung berkurang. Kondisi ini membuat tradisi meuleumak menjadi lebih jarang dijumpai, namun bukan berarti hilang. Ketika para pemuda pulang kampung saat lebaran atau libur semester, meuleumak sering menjadi momen yang ditunggu-tunggu sebagai ajang nostalgia dan temu kangen.

Salah satu perubahan besar dalam tradisi ini terletak pada bentuk penyajian makan. Dulu, warga memasak secara bergotong royong. Kini, generasi muda kerap memesan makanan dari UMKM lokal, kemudian duduk bersama sambil berdiskusi atau berbagi cerita. Walaupun bentuknya berubah, nilai kolektif yang tumbuh dari kebersamaan itu tetap terasa. Bahkan, beberapa komunitas pemuda memanfaatkan kegiatan meuleumak sebagai penanda semangat kolaborasi, misalnya saat memulai sebuah proyek sosial atau merencanakan kegiatan gampong.

Eksplorasi konten lain dari LiniMedia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca