LM – MALANG—Masyarakat Indonesia memang dikenal mempunyai keramahan, kepedulian dan jiwa sosial tinggi. Tak mengejutkan bila pada 21 Oktober 2022 lalu Indonesia didaulat sebagai negara paling dermawan nomor pertama di dunia dengan jumlah presentase 68 persen oleh World Giving Index (WGI) 2022.
Tentunya, tak heran bila pengemis pun bertumbuhan di mana-mana. Mau bukti?
Contohnya, Indonesia memiliki salah satu desa yang dikenal dengan desa pengemis tetapi hidup masyarakatnya makmur. “Tapi kemakmuran mereka tidak menghentikan aksi. Nah, harusnya masyarakat Indonesia bisa lebih bijak, berpikir rasional dan bertindak dengan tegas,” kata Kepala Prodi Sosiologi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Luluk Dwi Kumalasari.
Contoh lain seperti yang sempat heboh baru-baru ini yaitu ketika salah satu akun Tiktok bernama TM Mud Bath menuai banyak kritik dari netizen karena siaran langsung mandi lumpur. Dalam konten itu juga melibatkan lansia yang membuat masyarakat iba dan berujung memberikan hadiah.
Luluk menilai, mengemis online termasuk fenomena yang membuat resah masyarakat. Fenomena tersebut juga dirasa miris karena baisanya meminta belas kasih orang lain secara luring. “Kini malah muncul di dunia maya,” kata Luluk.
Luluk menjelaskan, yang melatarbelakangi maraknya mengemis online karena kemajuan teknologi. Terlebih media sosial memberi kebebasan dan kemudahan kepada manusia untuk mengespresikan dirinya untuk tujuan apapun, termasuk mencari uang. Kedua, kemiskinan dan tuntutan yang semakin tinggi yang berakibat mendorong seseorang untuk mencari cara instan mendapatkan keuntungan.












