Scroll untuk baca artikel
Nasional

Penerjemah Pemerintah, Merekam Sejarah di Panggung Dunia

15
×

Penerjemah Pemerintah, Merekam Sejarah di Panggung Dunia

Sebarkan artikel ini

LM – Di tengah sorotan dunia yang memenuhi Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Archipelagic and Island States (AIS) Forum Tahun 2023 di Bali, ada pahlawan tak terlihat yang dengan penuh dedikasi menciptakan jalinan bahasa antarbangsa. Mereka adalah para penerjemah pemerintah, sosok-sosok yang berada di balik layar dan berperan kunci dalam menjalankan acara-acara internasional. Selasa, 10 Oktober 2023.

Baca Juga :  Polisi Menjadi Pahlawan dalam Dongeng Anak-Anak, Kapolri Mendorong Semangat Perubahan

Pada Pembukaan Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Teknis Penerjemahan Lisan Angkatan IV, Faried Utomo, Deputi Bidang Administrasi Sekretariat Kabinet (Setkab), memberikan penghargaan kepada para penerjemah pemerintah. Ia dengan bangga mengakui peran penting mereka dalam mendukung diplomasi Indonesia di panggung global.

Table of Contents

“Indonesia saat ini telah menjadi tuan rumah bagi berbagai acara internasional yang menggema di dunia, dan penerjemah lisan adalah mata dan suara kita dalam berbicara dengan dunia,” ujar Faried dengan penuh apresiasi.

Faried menekankan betapa krusialnya pemahaman mendalam terhadap bahasa asal, tata bahasa, budaya, dan konteks sosial bagi para penerjemah. “Penerjemah yang kurang memahami budaya asal bahasa sumber akan menghasilkan terjemahan yang cacat,” tambahnya.

Baca Juga :  Deklarasi Koalisi Nasdem-Demokrat-PKS Tunggu Mekanisme Partai

Melalui Pusat Pembinaan Penerjemah (Pusbinter), Setkab berperan utama dalam mengangkat kualitas dan kemampuan para penerjemah pemerintah. Salah satu upaya penting adalah Diklat Teknis Penerjemahan Lisan Dasar. Diklat ini mencakup teori dan praktik penerjemahan lisan konsekutif, simultan, dan jarak jauh. Diklat ini dianggap sebagai fondasi penting bagi para penerjemah.

Faried juga mendorong para penerjemah untuk terus mengasah kemampuan mereka dengan mengikuti diklat lanjutan. Hal ini penting untuk memastikan bahwa mereka siap untuk tugas penerjemahan di berbagai konferensi internasional.

Pembukaan Diklat Teknis Penerjemahan Lisan Angkatan IV yang berlangsung secara daring ini juga menjadi momen inspiratif. Narasumber berpengalaman, seperti Amelia Lemondhi, seorang praktisi penerjemahan, dan Inanti Pinintakasih Diran, akademisi dari Lembaga Bahasa Internasional (LBI) Universitas Indonesia, turut memberikan wawasan yang berharga.

Baca Juga :  Menkeu: Dari Rp 349 Triliun Transaksi Dicurigai, Hanya Rp 3,3 T Terkait Pegawai Kemenkeu

Acara daring ini juga dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, seperti Inspektur Setkab Muhammad Irwandi, Kepala Biro Akuntabilitas dan Reformasi Birokrasi (AKRB) Mita Apriyanti, serta Direktur LBI UI Usmi.[red]

Eksplorasi konten lain dari LiniMedia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca