Scroll untuk baca artikel
HeadlineWisata

Di PKA ke-8, Ini Pesan Didik Suhardi Mewakil Kemenko PMK

33
×

Di PKA ke-8, Ini Pesan Didik Suhardi Mewakil Kemenko PMK

Sebarkan artikel ini
Pekan Kebudayaan Aceh (PKA) ke-8 telah resmi dibuka oleh Deputi Bidang Koordinasi Revolusi Mental, Pemajuan Kebudayaan, dan Prestasi Olahraga, Didik Suhardi, yang mewakili Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK), Muhadjir Effendy. Sabtu malam, 4 November 2023.
Pekan Kebudayaan Aceh (PKA) ke-8 telah resmi dibuka oleh Deputi Bidang Koordinasi Revolusi Mental, Pemajuan Kebudayaan, dan Prestasi Olahraga, Didik Suhardi, yang mewakili Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK), Muhadjir Effendy. Sabtu malam, 4 November 2023.

LM – Pekan Kebudayaan Aceh (PKA) ke-8 telah resmi dibuka oleh Deputi Bidang Koordinasi Revolusi Mental, Pemajuan Kebudayaan, dan Prestasi Olahraga, Didik Suhardi, yang mewakili Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK), Muhadjir Effendy. Acara yang berlangsung di Taman Ratu Safiatuddin, Banda Aceh, akan memanjakan pengunjung selama seminggu penuh, dari 4 hingga 12 November 2023.

Baca Juga :  Resmi Ditutup PKA ke-8, Pengunjung Tumpah Ruah

PKA ke-8 kali ini hadir dengan tema yang sangat relevan, yaitu “Jalur Rempah (Rempahkan bumi, pulihkan dunia)”. Dalam sambutannya, Didik Suhardi menjelaskan bahwa acara ini tidak hanya merupakan ajang perayaan budaya Aceh, tetapi juga merupakan langkah strategis untuk melindungi dan mempromosikan budaya Aceh di tengah arus globalisasi yang semakin kuat.

Table of Contents

“Kita harus memahami bahwa era globalisasi telah membawa pengaruh besar terhadap budaya kita. Media massa, internet, dan budaya asing, seperti drama Korea yang begitu populer, telah mempengaruhi budaya kita. Oleh karena itu, PKA ke-8 ini adalah langkah penting untuk mengembalikan kejayaan budaya Aceh,” ujar Didik Suhardi.

Katanya, salah satu tujuan utama dari PKA ke-8 adalah untuk mencegah masuknya pengaruh budaya asing dan untuk mengembangkan serta melestarikan budaya Aceh yang kaya. Budaya adalah bagian integral dari identitas suatu masyarakat, dan oleh karena itu, perlu dilestarikan agar nilai-nilai budaya dan tata kehidupan adat istiadat yang telah dibangun oleh leluhur tetap hidup dan relevan di zaman sekarang.

Baca Juga :  PKA ke-8 di Aceh Besar Dihiasi Oleh Kehadiran Makhluk Gaib

“Budaya Aceh adalah tatanan yang mencerminkan kehidupan adat istiadat yang telah dibangun oleh leluhur kita. PKA ke-8 ini adalah kesempatan bagi kita semua untuk merayakan, memahami, dan menjaga warisan budaya yang telah kita terima dari nenek moyang kita,” tambah Didik Suhardi, Sabtu malam, 4 November 2023.

Tema “Jalur Rempah (Rempahkan bumi, pulihkan dunia)” yang diusung dalam PKA ke-8 juga memiliki makna yang dalam. Aceh adalah salah satu pintu gerbang jalur rempah di Nusantara, dan pada abad ke-15 hingga ke-16, Aceh menjadi penghasil rempah terbaik di dunia. Tema ini mengingatkan kita pada masa kejayaan Aceh sebagai pusat perdagangan rempah-rempah yang penting, dan dengan tema ini, diharapkan Aceh dapat kembali meraih kejayaan dalam industri rempah.

Didik Suhardi menekankan pentingnya industri rempah Aceh dalam memakmurkan masyarakat. Dalam sejarah, rempah-rempah Aceh telah mengalami puncak kejayaan dan menjadi penghasil rempah terbaik di dunia. Dengan membangkitkan kembali industri rempah, diharapkan dapat membawa kemakmuran bagi masyarakat Aceh.

Baca Juga :  Pria Banda Aceh Meninggal Saat Kerja di Aceh Besar

PKA ke-8 bukan hanya sebuah acara hiburan semata, tetapi juga sebuah upaya nyata untuk menghadirkan kesadaran akan kekayaan budaya dan sejarah Aceh. Selama seminggu penuh, pengunjung dapat menikmati berbagai atraksi budaya, seperti tarian tradisional, pertunjukan seni, pameran budaya, serta beragam kuliner khas Aceh.

Selain itu, PKA ke-8 juga akan menghadirkan berbagai kegiatan edukatif, seperti lokakarya budaya, diskusi budaya, dan pertunjukan teater tradisional. Semua kegiatan ini bertujuan untuk memperkaya pemahaman masyarakat Aceh akan warisan budayanya sendiri.

Para pengunjung juga akan dimanjakan dengan keindahan seni Aceh, seperti seni ukir, seni lukis, dan kerajinan tangan. Inilah kesempatan yang sempurna untuk mengenal lebih dekat seniman-seniman lokal yang telah berdedikasi dalam melestarikan seni dan budaya Aceh.

Baca Juga :  Pj Bupati Aceh Besar Hadiri PKA ke-8 di Banda Aceh

PKA ke-8 juga menampilkan berbagai festival kuliner, di mana pengunjung dapat menikmati berbagai hidangan tradisional Aceh. Makanan khas Aceh yang lezat seperti rendang Aceh, mie Aceh, serta aneka kue tradisional akan menggoda lidah pengunjung.

Acara ini juga akan menjadi panggung bagi para seniman dan musisi Aceh untuk memamerkan bakat mereka. Konser musik tradisional dan modern akan menjadi bagian tak terpisahkan dari PKA ke-8, membawa semangat dan kegembiraan kepada pengunjung.

Tidak hanya mempertahankan tradisi lama, PKA ke-8 juga menghadirkan inovasi dengan menggunakan teknologi. Sebuah aplikasi khusus telah dikembangkan untuk memudahkan pengunjung dalam mengakses informasi terkait acara, peta lokasi, serta jadwal pertunjukan.

Baca Juga :  Festival Pesona Pesisir Timur Buka Ruang Kolaborasi Seniman dan UMKM

PKA ke-8 adalah hasil kolaborasi yang erat antara pemerintah daerah, pemerintah pusat, masyarakat, seniman, dan berbagai pihak yang peduli terhadap pelestarian budaya Aceh. Ini adalah bukti nyata bahwa upaya untuk melestarikan budaya dan sejarah Aceh memerlukan kerjasama semua pihak.

Dengan semangat yang tinggi, PKA ke-8 bertujuan untuk memberikan dampak positif bagi masyarakat Aceh, tidak hanya dalam upaya melestarikan budaya, tetapi juga dalam mempromosikan potensi ekonomi dan pariwisata daerah. Acara ini juga menjadi kesempatan bagi generasi muda Aceh untuk lebih mencintai dan menghargai warisan budaya mereka.

Pekan Kebudayaan Aceh ke-8 adalah peristiwa yang patut diapresiasi dan menjadi teladan dalam upaya pelestarian budaya di tengah arus globalisasi. Aceh telah menunjukkan komitmennya untuk menjaga warisan budaya yang kaya dan memastikan bahwa nilai-nilai budaya tersebut akan terus hidup dalam hati dan pikiran masyarakat Aceh.

Baca Juga :  Kebersihan Anjungan Aceh Besar Menjadi Fokus Menjelang PKA-8

Dengan tema “Jalur Rempah (Rempahkan bumi, pulihkan dunia)”, PKA ke-8 mengingatkan kita akan kejayaan Aceh sebagai penghasil rempah terbaik di dunia. Semoga dengan semangat yang tinggi dan kerjasama yang kuat, Aceh dapat kembali meraih kejayaan dalam industri rempah, sehingga dapat memakmurkan masyarakat Aceh dan melestarikan budaya yang begitu berharga.[SA]

Eksplorasi konten lain dari LiniMedia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca