Scroll untuk baca artikel
HeadlineWisata

Kembali Aceh Selatan Meraih Juara Umum PKA ke-8

37
×

Kembali Aceh Selatan Meraih Juara Umum PKA ke-8

Sebarkan artikel ini
Kabupaten Aceh Selatan sukses mempertahankan juara umum Pekan Kebudayaan Aceh (PKA) ke-8, Minggu 12 November 2023. (Foto: MC/Rosan)
Kabupaten Aceh Selatan sukses mempertahankan juara umum Pekan Kebudayaan Aceh (PKA) ke-8, Minggu 12 November 2023. (Foto: MC/Rosan)

LM – Kabupaten Aceh Selatan kembali menorehkan prestasi gemilang dengan mempertahankan gelar juara umum pada Pekan Kebudayaan Aceh (PKA) ke-8. Acara puncak penutupan digelar di Taman Sulthanah Safiatuddin, Banda Aceh, Minggu sore, 12 November 2023, dan menyaksikan penyerahan penghargaan oleh Ketua Dewan Juri, Prof. Dr. H Nazaruddin Awe MA.

Baca Juga :  Khofifah Indar Parawansa: Figur Menarik dalam Arena Politik Pemilihan Presiden 2024

Pertarungan sengit dalam keberagaman budaya dan seni di Aceh mencapai puncaknya, dengan Kabupaten Aceh Selatan meraih peringkat pertama dengan nilai tertinggi. Kabupaten Aceh Besar dan Kabupaten Bireuen masing-masing berada di posisi kedua dan ketiga. Kabupaten Aceh Barat, Kabupaten Aceh Utara, dan Kota Banda Aceh juga menyabet penghargaan harapan pertama hingga harapan ketiga.

Table of Contents

Prestasi Kabupaten Aceh Selatan tidak hanya terbatas pada juara umum, tetapi juga memperoleh penghargaan tinggi dalam lomba anjungan. Kabupaten Aceh Selatan kembali menempati posisi tertinggi, sementara Kabupaten Aceh Besar dan Kabupaten Aceh Tengah bersaing ketat di peringkat kedua dan ketiga.

Pembukaan acara penutupan dipenuhi antusiasme dan kegembiraan, dengan penampilan seni yang memukau dari setiap kabupaten dan kota peserta. Suasana meriah semakin terasa dengan penampilan seniman dan budayawan yang menghiasi panggung, mencerminkan kekayaan budaya Aceh yang mendalam.

Baca Juga :  Tari Pho: Ekspresi Ceria yang Menyimpan Jejak Kesedihan di Aceh Barat

Sekretaris Daerah Aceh, Bustami Hamzah, menyampaikan selamat kepada semua pemenang. Dalam sambutannya, ia mengapresiasi peran semua stakeholder yang telah berkontribusi untuk mensukseskan Pekan Kebudayaan Aceh yang diadakan setiap empat tahun ini.

“PKA-8 menjadi wadah bagi setiap daerah untuk memamerkan potensi terbaiknya, mulai dari seni, kebudayaan, hingga kekayaan rempah-rempah yang menjadi tema utama acara ini, yaitu ‘Rempahkan Bumi, Pulihkan Dunia’,” ujar Bustami Hamzah dengan penuh semangat.

Acara ini tidak hanya sekadar kompetisi, tetapi juga menjadi panggung untuk memperkenalkan dan melestarikan identitas budaya dan kesenian masing-masing daerah. Melalui tema “Rempahkan Bumi, Pulihkan Dunia”, peserta dan penonton diajak untuk merenung tentang pentingnya melestarikan kekayaan alam dan budaya.

Baca Juga :  Polisi Aceh Selatan Selamatkan Anak dari Laut Lhok Bengkuang

PKA ke-8 menjadi momentum bagi Aceh Selatan untuk meraih gelar juara umum setelah sebelumnya meraih prestasi pada PKA ke-7. Sejarah keberhasilan ini juga mengukuhkan posisi Kabupaten Aceh Selatan sebagai pusat kebudayaan dan seni yang patut diperhitungkan di tingkat regional.

Dalam beberapa dekade terakhir, PKA telah menjadi wadah bagi setiap daerah di Aceh untuk unjuk gigi dan menampilkan keindahan serta keunikan masing-masing. Sejak gelaran pertama pada tahun 1958 di Banda Aceh, PKA terus berkembang menjadi festival budaya terbesar di Aceh, melibatkan ratusan peserta dari seluruh penjuru provinsi.

Melihat sejarah PKA dari masa ke masa, nama-nama besar seperti Banda Aceh, Aceh Tengah, Aceh Barat, Aceh Besar, Aceh Utara, dan Aceh Selatan telah mengukir prestasi sebagai juara umum. Setiap gelaran memberikan kesempatan bagi setiap daerah untuk memperkenalkan keunikan budaya dan kekayaan alam yang dimilikinya.

Baca Juga :  Bahasa Jamee dan Bahasa Kluet: Dua Jejak Linguistik dari Selatan Aceh yang Terus Bertahan

Dalam pernyataannya, Bustami Hamzah tidak hanya memberikan selamat kepada pemenang, tetapi juga memberikan dorongan kepada peserta yang belum meraih kemenangan. Ia mengajak mereka untuk tetap bersemangat dalam mempertahankan identitas kebudayaan dan kesenian, mengingat hal ini merupakan warisan berharga yang tidak boleh hilang ditelan zaman.[red]

Eksplorasi konten lain dari LiniMedia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca