Tahap awal program difokuskan di Kecamatan Lhoksukon, ibu kota kabupaten, sebelum diperluas ke seluruh kecamatan. Pemerintah daerah juga akan memasang papan nama jalan serta melakukan sinkronisasi data dengan platform digital nasional.
Program “JANDA” bukan sekadar proyek administrasi, tetapi simbol perubahan menuju keteraturan dan keterbukaan informasi publik. Dengan data jalan yang terintegrasi, layanan publik seperti ambulans, pengantaran barang, dan mobilitas masyarakat akan lebih cepat dan efisien.
Dari jalan-jalan yang sebelumnya tanpa nama, Aceh Utara kini menandai dirinya di peta dunia, menegaskan bahwa pembangunan bukan hanya soal infrastruktur, tetapi juga identitas dan arah masa depan daerah.***












