Di bidang lingkungan dan ketertiban sosial, komitmen menjaga kebersihan kota terus diperkuat, tercermin dari keberhasilan meraih Adipura ke-11. Namun pemerintah menekankan bahwa budaya bersih harus menjadi karakter bersama, bukan sekadar target penghargaan.
Penegakan syariat Islam dan ketertiban umum juga dilakukan secara humanis dan edukatif, termasuk penguatan peran Satpol PP dan Wilayatul Hisbah di tingkat kecamatan untuk mempercepat penyelesaian persoalan masyarakat serta menjaga rasa aman dan nyaman selama Ramadan.
Menutup arahannya, Afdhal mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus memperkuat kolaborasi dalam membangun Banda Aceh.
“Pemerintah tidak dapat berjalan sendiri. Spirit Kota Kolaborasi menempatkan pemerintah sebagai pelayan dan masyarakat sebagai mitra. Dengan kebersamaan, insya Allah Banda Aceh menjadi baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur,” pungkasnya.
Safari Ramadan ditutup dengan tausiah agama oleh Ustadz Khairul Rafiqi Lc MA dan dilanjutkan dengan salat tarawih berjamaah. (Riz)






