LM – Selama beberapa tahun terakhir, sejumlah ahli mengklaim bahwa sinyal ponsel tidak lagi mengganggu sinyal di pesawat. Namun, seorang pakar penerbangan mengatakan ponsel tetap penting untuk berada dalam mode pesawat (airplane mode) saat terbang.
Menurut Kepala Penerbangan di Central Queensland University Australia, Prof Doug Drury, banyak pekerjaan yang dilakukan untuk menguji keamanan ponsel di pesawat dan memisahkan frekuensinya dengan kontrol lalu lintas udara. Ia menjelaskan perangkat elektronik pribadi dapat memancarkan sinyal dalam pita frekuensi yang sama dengan sistem komunikasi dan navigasi pesawat.
“Ini menciptakan apa yang dikenal sebagai interferensi elektromagnetik,” ujar Prof Drury, seperti dilansir laman The Sun, Jumat (23/9/2022).
Tetapi, pada 1992, Otoritas Penerbangan Federal AS dan Boeing dalam sebuah studi independen tidak menemukan masalah dengan komputer atau perangkat elektronik pribadi lainnya selama fase penerbangan yang tidak kritis. Komisi Komunikasi Federal AS juga mulai membuat bandwidth frekuensi yang dicadangkan untuk telepon seluler dan navigasi serta komunikasi pesawat sehingga mereka tidak saling mengganggu.
Namun, berkat peningkatan 5G, sekali lagi muncul tanda tanya tentang keamanan ponsel dalam penerbangan. Menurut Prof Drury, itu karena bandwidth 5G jauh lebih dekat dengan yang digunakan oleh industri penerbangan.
“Jaringan nirkabel 5G saat ini ditujukan untuk transfer data berkecepatan lebih tinggi, dan itu telah menimbulkan kekhawatiran bagi banyak orang di industri penerbangan,” ungkapnya.












