LM, RIYADH– Lebih dari 100 situs di Madinah yang terkait dengan kehidupan Nabi Muhammad SAW dan peristiwa penting lainnya dalam sejarah Islam akan dipulihkan Kerajaan Arab Saudi.
Langkah ini disebut sebagai bagian dari paket proyek tiga tahun yang diumumkan otoritas Arab Saudi dan akan berjalan sampai 2025.
Dilansir dari Arab News, Rabu (19/10/2022), langkah ini diluncurkan dalam upacara yang diresmikan Gubernur Madinah Pangeran Faisal bin Salman, proyek-proyek tersebut termasuk restorasi situs Pertempuran Khandaq (Parit), sumur Al-Faqir, dan Masjid Al-Qiblatayn.
Sebuah kesepakatan juga telah ditandatangani untuk renovasi di sumur Utsman bin Affan dan Sayed Al-Shuhada Square. Studi sebelum pekerjaan juga sedang dilakukan untuk pekerjaan restorasi di lebih dari 100 situs sejarah Islam lainnya di Madinah.
Selama upacara, yang diselenggarakan Otoritas Pengembangan Wilayah Al-Madinah, Otoritas Warisan Arab Saudi, dan Program Pengalaman Peziarah, kepala warisan juga mengumumkan bahwa delapan situs sejarah Islam di Madinah telah dikembalikan ke masa kejayaannya.
Situs-situs itu meliputi Masjid Al-Ghamama, Masjid Abu Bakar Al-Siddiq, Masjid Umar ibn Al-Khattab, Masjid Al-Saqiya, Masjid Banu Anif, Masjid Al-Rayah, Sumur Ghars, dan benteng di Benteng Arwa bin Al-Zubair.
Menteri Haji dan Umroh dan Ketua Komite Situs Sejarah Islam, Tawfiq Al-Rabiah mengaku berterima kasih kepada Gubernur Madinah dan mengatakan Komite bekerja untuk mengubah keinginan kepemimpinan Arab Saudi untuk melestarikan warisan Islam menjadi kenyataan. Hal Ini agar situs-situs dapat dinikmati peziarah dan pengunjung lainnya.












