Scroll untuk baca artikel
Lini Aceh

Ayu Marzuki: Desa Manipulasi Data, TPPS Harus Bertindak

21
×

Ayu Marzuki: Desa Manipulasi Data, TPPS Harus Bertindak

Sebarkan artikel ini
Ayu Marzuki dalam Rapat Koordinasi Bidang Intervensi Spesifik dan Sensitif TPPS Aceh, di Aula BKKBN Aceh, Selasa, (12/12/2023).
Ayu Marzuki dalam Rapat Koordinasi Bidang Intervensi Spesifik dan Sensitif TPPS Aceh, di Aula BKKBN Aceh, Selasa, (12/12/2023).

LM – Penjabat (Pj) Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Aceh, Ayu Marzuki, memimpin Rapat Koordinasi Bidang Intervensi Spesifik dan Sensitif TPPS Aceh, pada Selasa, 12 Desember 2023.

Baca Juga :  Polisi Pastikan Penyeberangan Penumpang di Pelabuhan Ulee Lheue Aman dan Lancar

Dalam pertemuan tersebut, Ayu menyoroti tantangan serius yang dihadapi dalam upaya menangani masalah stunting di Aceh.

Table of Contents

Salah satu fokus utama adalah masalah pengimputan data stunting yang tidak akurat. Ayu menemukan bahwa kurangnya keterlibatan tenaga kesehatan dalam pengukuran tinggi dan berat badan balita menyebabkan kesalahan dalam laporan angka stunting di Aceh. “Data yang tidak akurat bisa mengarah pada solusi yang keliru. Kita perlu penanganan yang tepat,” ungkap Ayu dengan keprihatinan.

Baca Juga :  Lebih dari Seribu Peserta Ikuti Sidang Pantukhir Tamtama PK TNI AD di Makodam IM.

Selain itu, kepala desa yang memanipulasi data demi mendapatkan bantuan tambahan juga menjadi sorotan. Ayu menegaskan bahwa praktek tersebut tidak hanya merugikan secara finansial tetapi juga menghambat upaya penanganan stunting yang seharusnya difokuskan pada yang membutuhkan.

Dalam upayanya untuk merespons permasalahan ini, Ayu mendorong peran Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Aceh. Ia berharap TPPS dapat lebih maksimal dalam memberikan edukasi kepada masyarakat, khususnya para kepala desa, untuk memahami dan mengatasi stunting di wilayah masing-masing. TPPS juga diharapkan dapat berperan aktif dalam memastikan akurasi data yang diinput.

Baca Juga :  Bunda PAUD Aceh, Dorong Peran Orang Tua dan Ayah dalam Pendidikan Anak Usia Emas

Di sisi lain, Kepala BKKBN Aceh, Safrina Salim, menyoroti pentingnya evaluasi kinerja TPPS selama setahun terakhir. Rapat ini menjadi panggung bagi semua pihak untuk membahas kendala, mencari solusi, dan menerima masukan yang dapat memperbaiki langkah-langkah ke depan.

“Penanganan stunting di Aceh harus melibatkan semua pihak tanpa terkecuali. Ini bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tapi tanggung jawab bersama,” tegas Safrina Salim. BKKBN Aceh, sebagai sekretaris TPPS, berkomitmen untuk memfasilitasi rapat ini dengan harapan dapat menghasilkan langkah konkret dalam mencapai target penanganan stunting di Aceh.

Baca Juga :  Pemerintah Aceh Apresiasi PT Hutama Karya Buka Akses Tol Padang Tiji–Seulimum untuk Jamaah Haji

Rapat juga menjadi wadah bagi para tokoh masyarakat dan pihak terkait untuk berbagi pengalaman dalam upaya mengatasi stunting di tingkat lokal. Mereka menyoroti pentingnya melibatkan masyarakat, terutama ibu-ibu di desa, dalam kegiatan preventif dan edukatif.

Dalam penutup rapat, Safrina Salim menggarisbawahi bahwa peningkatan kapasitas sumber daya manusia yang terlibat menjadi kunci dalam penanganan stunting. Ia berharap peningkatan tersebut dapat menciptakan dampak positif dalam upaya pencegahan dan penanganan stunting.[red]

Eksplorasi konten lain dari LiniMedia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca