Bahaya Menyombongkan Diri

agung supriyanto ilustrasi sombong,angkuh,menang sendiri

LM – Allah  berfirman, “Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para malaikat, ‘Sujudlah kamu kepada Adam’,  maka sujudlah mereka kecuali iblis. Dia enggan dan menyombongkan diri dan dia termasuk golongan yang  kafir.” (QS al-Baqarah/2: 34).

Menurut pengarang Tafsir Jalalain, makna sujud dalam ayat ini adalah memberi penghormatan dengan cara membungkukkan badan. Ayat serupa, misalnya, “Dan dia menaikkan kedua ibu-bapaknya ke atas singgasana. Dan mereka (semuanya) merebahkan diri seraya sujud kepada Yusuf. Dan Yusuf berkata,  ‘Wahai ayahku inilah ta’bir mimpiku yang dahulu itu. Sesungguhnya Tuhanku telah menjadikannya suatu kenyataan.’” (QS  Yusuf/12: 100).

Perintah sujud dalam ayat ini secara tekstual hanya tertuju kepada malaikat, tapi karena iblis ada bersama malaikat, perintah itu berlaku umum. Iblis sendiri, menurut Ibnu Jarir yang dikutip Ibnu Katsir dalam tafsirnya adalah bukan dari golongan malaikat. Iblis adalah asli bangsa jin, sebagaimana Adam adalah asli bangsa manusia. Menurut pengarang Tafsir Jalalain,   iblis adalah nenek-moyang bangsa jin yang ada di antara malaikat.

Alasan iblis tidak mau sujud kepada Adam, terkuak dalam dialog antara Allah dan iblis, “Allah berfirman, ‘Apakah yang menghalangimu untuk bersujud (kepada Adam) di waktu Aku menyuruhmu?’ Iblis menjawab,  ‘Aku lebih baik darinya. Engkau ciptakan aku dari api sedang dia Engkau ciptakan dari tanah.’” (QS. al-A’raf/7: 12). Rupanya iblis menganggap unsur api lebih mulia dari unsur tanah. Padahal malaikat yang tercipta dari unsur cahaya tidak enggan bersujud kepada Adam.

Oleh karena itu, wajar kalau Allah mengatakan bahwa iblis termasuk golongan yang kafir. Kafir di sini, menurut pengarang Tafsir Jalalain adalah tidak mengakui keluasan ilmu Allah. Seperti diinformasikan Alquran, “Dan milik Allah apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi, dan (pengetahuan) Allah meliputi segala sesuatu.” (QS. al-Nisaa/4: 126).

Baca Juga :  Khutbah Jumat Meraih Malam Lailatul Qadar, Edisi 10 Hari Terakhir Ramadan

Pelajaran yang bisa dipetik dari kesombongan iblis bagi kita adalah tentang bahaya kesombongan itu sendiri. Kalau memperhatikan ayat-ayat Alquran yang berserakan minimal ada empat bahaya menyombongkan diri. Pertama, seperti dalam ayat di atas bahaya menyombongkan diri seperti yang dilakukan iblis akan menimbulkan kekafiran kepada Allah. Dalam ayat lain, digambarkan sikap sombong iblis itu, “Lalu seluruh malaikat itu bersujud semuanya. kecuali iblis. Dia menyombongkan diri dan dia termasuk golongan yang kafir.” (QS  Shad/38: 73-74).

Kedua, menyombongkan diri akan berakhir di neraka, seperti titah Allah, “Dikatakan (kepada mereka), ‘Masukilah pintu-pintu neraka jahanam itu, sedang kamu kekal di dalamnya.’  Maka neraka jahanam itulah seburuk-buruk tempat bagi orang-orang yang menyombongkan diri.” (QS al-Zumar/39: 72).

Ketiga,  menyombongkan diri mengakibatkan terusir dari surga, seperti halnya iblis, “Allah berfirman,  ‘Turunlah kamu dari surga itu. Karena kamu tidak sepatutnya menyombongkan diri di dalamnya, maka keluarlah, sesungguhnya kamu termasuk golongan yang hina.’” (QS al-A’raf/7: 13).

Keempat, menyombongkan diri tidak disukai Allah, “Tidak diragukan lagi bahwa sesungguhnya Allah mengetahui apa yang mereka rahasiakan dan apa yang mereka lahirkan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong.” (QS. al-Nahl/16: 23). Yang dimaksud dengan Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong, menurut pengarang Tafsir Jalalain, adalah Allah akan menyiksa mereka.(Republika.co.id)

Loading

Redaksi2
Author: Redaksi2