Scroll untuk baca artikel
Pemerintah

Banda Aceh Marak Eksploitasi Anak, Modusnya Jual Buah Potong, Ketua DPRK Panggil Dinas Terkait

×

Banda Aceh Marak Eksploitasi Anak, Modusnya Jual Buah Potong, Ketua DPRK Panggil Dinas Terkait

Sebarkan artikel ini
Ketua DPRK Banda Aceh, Farid Nyak Umar melakukan pertemuan dengan Kepala Dinas Sosial Arie Maula Kafka, Kasatpol PP-WH, Muhammad Rizal, dan Kepala DP3AP2KB, Cut Azharida membahas persoalan maraknya eksploitasi anak di bawah umur di Kota Banda Aceh di ruang kerja Ketua DPRK, Selasa (4/4/2023).

Larangan mepekerjakan anak-anak, sambung Farid, diatur dalam Undang-undang (UU) Nomor 13 Tahun 2003 Pasal 68 tentang Ketenagakerjaan dan diperkuat dengan UU Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak.

Farid juga meminta Pemko Banda Aceh untuk berkoordinasi dengan aparat penegak hukum dari Polresta Banda Aceh, sebab eksploitasi anak ini sudah sangat meresahkan.

Table of Contents

Termasuk melakukan komunikasi dengan instansi terkait di tingkat Provinsi Aceh, sebab sebagian besar anak-anak tersebut dari luar Banda Aceh.

Sementara itu, Kepala Satpol PP dan WH Kota Banda Aceh, Muhammad Rizal mengatakan, pihaknya sudah sangat rutin melakukan tindakan penertiban anak-anak jalanan di persimpangan lampu merah dan warkop/kafe yang ada di Banda Aceh.

Hanya saja, kata Rizal, setelah dilakukan pengamanan dan dilakukan pembinaan oleh Dinas Sosial, tidak lama kemudian mereka kembali lagi dipekerjakan oleh orang tua atau pengendali lainnya.

“Kami siap mengamankan, bahkan mereka sudah berulangkali ditertibkan. Awalnya anak-anak itu ada yang menjadi gepeng atau badut, tapi kemudian menjalankan modus berjualan buah potong dan usaha lainnya,” kata Muhammad Rizal.

Kemudian, tambah Muhammad Rizal, anak-anak yang dipekerjakan ini hampir seluruhnya bukan berasal dari Banda Aceh.

“Kuat dugaan anak-anak tersebut ada yang mengkoodinir untuk berjualan di seputaran lampu merah dan pusat kota,” sebut dia.

“Kebanyakan dari mereka mencari celah agar tidak kita amankan. Karena kalau pengemis atau gepeng sudah pasti kita tertibkan, tapi kemudian mereka beralih dengan cara berjualan agar tidak kita amankan,” tambah mantan camat Baiturrahman ini.

Eksplorasi konten lain dari LiniMedia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca