Linimedia.id-Kota Banda Aceh resmi meluncurkan Banda Aceh Outdoor Library, sebuah perpustakaan luar ruang yang terinspirasi oleh model dari Seoul, Korea Selatan. Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal, meresmikan fasilitas ini di Aula Perpustakaan Wilayah Aceh pada Sabtu, 7 November 2026. Perpustakaan ini akan beroperasi selama delapan pekan, hingga 20 Desember 2026, dengan menawarkan 40 kegiatan yang beragam.
Dari mendongeng hingga lokakarya budaya, lebih dari 50 komunitas akan terlibat dalam program ini. “Masyarakat tidak hanya datang untuk membaca buku, tetapi juga untuk berpartisipasi dalam berbagai kegiatan kreatif dan budaya,” ujar Illiza.
Meski optimis, Wali Kota Illiza menekankan perlunya antisipasi cuaca yang mungkin akan menggangu kegiatan, mengingat bulan November dan Desember adalah musim hujan. Dia meminta panitia untuk memastikan kenyamanan dan keamanan pengunjung.
Ke depan, Illiza berharap Banda Aceh Outdoor Library dapat menjadi agenda literasi berkelanjutan yang berlangsung setidaknya dua kali setahun. Pusat kegiatan ini berada di Taman Bustanussalatin, yang diharapkan menjadi ruang publik multifungsi, bukan hanya untuk bersantai tetapi juga untuk belajar dan bertukar pengetahuan.
Kepala Divisi Pembangunan Seoul Metropolitan Government, Mr. Park Chang-hyun, menyatakan harapannya agar taman ini bukan hanya menjadi tempat membaca, tetapi juga wadah bagi anak-anak dan generasi muda untuk mengeksplorasi pengetahuan melalui buku. Park juga menegaskan komitmen Seoul untuk menjalin kerja sama berkelanjutan dengan Banda Aceh untuk merealisasikan visi ini.
“Kami berharap perpustakaan outdoor ini dapat jadi simbol persahabatan antara Seoul dan Banda Aceh,” tutup Park.
[Red]












