Ia menambahkan, sastra memiliki peran penting dalam membangun karakter, memperkuat nilai kemanusiaan, serta menjadi media untuk merawat memori dan peradaban bangsa. Karena itu, Pemko Banda Aceh akan terus membuka ruang kolaborasi bagi para pegiat seni, budayawan, komunitas literasi, dan generasi muda untuk berkarya serta berkontribusi bagi kemajuan daerah.
PPN XIV Aceh 2026 sendiri merupakan ajang sastra berskala internasional yang mempertemukan para penyair dari berbagai wilayah di Nusantara dan sejumlah negara sahabat. Forum ini menjadi wadah pertukaran gagasan, penguatan jejaring kebudayaan, serta upaya mempererat hubungan antarbangsa melalui karya sastra.
Melalui penghargaan ini, Banda Aceh kembali menegaskan posisinya sebagai kota yang tidak hanya tumbuh dalam pembangunan fisik, tetapi juga terus memperkuat fondasi kebudayaan, literasi, dan peradaban sebagai bagian dari identitas serta arah pembangunan kota di masa depan.(Riz)












