“Tujuan utama kita adalah menjaga stabilitas harga agar tetap kondusif. Tanpa intervensi seperti ini, harga daging bisa mencapai lebih dari Rp200 ribu per kilogram,” ujarnya.
Selain menstabilkan harga, program ini juga bertujuan menekan inflasi daerah sekaligus membantu masyarakat berpenghasilan rendah agar tetap dapat melaksanakan tradisi meugang.
Menurutnya, antusiasme masyarakat sangat tinggi. Bahkan di titik Pasar Aceh, warga sudah mulai berdatangan sejak pukul 06.30 WIB. “Tadi di lokasi ini ada tiga ekor sapi, dan sebelum pukul sembilan dagingnya hampir habis. Kemarin juga 1,5 ton daging terjual habis. Ini menunjukkan masyarakat sangat terbantu,” katanya.
Wakil wali kota juga mengimbau para pedagang untuk turut menjaga stabilitas harga serta tidak melakukan penimbunan.“Kami mengajak seluruh pedagang agar menjual dengan harga wajar dan tidak melakukan penimbunan. Ini membutuhkan kerja sama semua pihak agar kondisi ekonomi masyarakat tetap terjaga.”
Adapun empat lokasi pasar murah daging pada hari tersebut meliputi:
- Jalan Rama Setia, Gampong Lampaseh Aceh, Kecamatan Meuraxa
- Jalan Angsa – Pasar Pagi Batoh, Kecamatan Lueng Bata
- Jalan K.H. Ahmad Dahlan – Area Eks Pasar Aceh, Kecamatan Baiturrahman
- Jalan Wedana, Gampong Lam Ara, dekat Kantor Camat Banda Raya
Pemerintah Kota Banda Aceh berharap program ini mampu menjaga kestabilan harga kebutuhan pokok sekaligus memastikan seluruh masyarakat dapat menyambut Ramadan dengan tenang dan penuh kebersamaan. (Riz)










