Bahkan, Grace menyatakan, PSI merupakan partai muda yang masih awam dan naif, kurang memahami mekanisme rekrutmen PDIP. Grace turut menyampaikan sanjungan kepada Megawati karena PDIP telah melahirkan pemimpin dan negarawan hebat.
Apa yang disampaikan Grace Natalie dan PSI ini cukup jauh berbeda dari sikap yang ditampilkan Partai Nasdem. Lewat Ketua DPP Partai Nasdem, Willy Aditya, mereka menegaskan deklarasi ini merupakan bentuk tradisi dari Partai Nasdem.
Ia menilai, deklarasi capres untuk pemilu bukan sesuatu yang baru dan sudah dilakukan kepada tokoh sebelumnya seperti Joko Widodo, Ridwan Kamil, Khofifah Indar Parawansa dan lain-lain. Serta, diumumkan sebelum koalisi terbentuk.
“Nasdem memiliki tradisi untuk kemudian mempublikasikan kandidatnya sejak awal sebelum koalisi biar kita tidak beli kucing dalam karung,” ujar Willy dalam video yang kembali diunggah akun Twitter resmi Partai Nasdem di @NasDem.
Bahkan, Willy menegaskan, langkah yang diambil Partai Nasdem merupakan salah satu bentuk dekonstruksi realitas-realitas yang mengaduk melodramatik dalam dunia politik. Sehingga, terjadi pendidikan politik pula bagi masyarakat.
Sindiran Mega maupun reaksi yang disampaikan PSI dan Partai Nasdem ini tentu menjadi bumbu yang menambah cita rasa perpolitikan Tanah Air. Apalagi, tersisa sekitar satu tahun bagi partai politik menyatakan sikap menjelang Pemilu 2024.(Republika.co.id)












