Scroll untuk baca artikel
Nasional

Blak-blakan Pelaku Bongkar Skenario Kopda Muslimin Bunuh Istri dengan Kepala Ditembak

×

Blak-blakan Pelaku Bongkar Skenario Kopda Muslimin Bunuh Istri dengan Kepala Ditembak

Sebarkan artikel ini
Lima tersangka kasus percobaan pembunuhan istri TNI. ©2022 Merdeka.com

Perintahkan Kepala Istri Ditembak

Sugiono bahkan mengaku diperintahkan Kopda Muslimin menembak kepala Rina Wulandari. Namun dia mengaku tidak tega menembak kepala perempuan yang dikenalnya itu.

Pria ini mengaku mendapat order dari Kopda Muslimin untuk membunuh istrinya dengan sasaran kepala. Personel TNI juga meminta agar tembakan tidak mengenai anaknya.

“Saya tidak tega tembak kepala, soalnya kenal dengan ibu itu. Terpaksa saya tembak bagian perutnya,” kata Sugiono.

Sebelum eksekusi penembakan, ia bersama rekan lainnya sudah menguntit korban saat keluar rumah. Saat memantau situasi di lokasi, sebelum eksekusi pada korban, ia dipandu oleh Kopda Muslimin lewat ponsel.

Saat penembakan pertama, Kopda Muslimin mengetahui peluru tidak mengenai kepala istrinya. Sugiono Cs diminta putar balik di simpang depan gang rumah korban.

“Bang Muslimin marah-marah, kami diminta putar balik. Posisi Bang Muslimin ketika telepon posisinya saya kurang tahu di mana,” ujar dia.

Perintah Dadakan

Gondrong menambahkan, penembakan itu belum direncanakan. Dia hanya tahu pada saat hari untuk mengambil uang muka atau upah dari Kopda Muslimin, namun mendadak ada perintah untuk eksekusi langsung.

“Saya tahunya berangkat mau ambil uang muka dekat Masjid Gede. Tapi kok rencana berubah dapat perintah hai itu langsung eksekusi langsung perintah Bang Mus. Saya kira uang muka sudah dikasihkan, ternyata belum,” ujar dia.

Saat itu eksekutornya belum ditentukan, namun karena yang bawa tas berisi senjata api (pistol) Sugiono, akhirnya dia yang lakukan eksekusi.

“Babi akhirnya yang eksekusi pas bawa tas isinya pistol. Kalau saya mau menerima tawaran itu tapi untuk membunuh saya tidak berani. Saya masih punya pikiran hati nurani, karena anak-anak masih kecil,” tandasnya.

Baca Juga :  Empat Tersangka Koruptor Masih Belum Tertangkap, Harun Masiku Termasuk

Polisi sebelumnya menangkap lima tersangka pelaku pembunuhan. Kelimanya adalah Sugiono alias Babi dan Ponco Aji Nugroho. Keduanya satu tim sebagai eksekutor.

Kemudian Supriono dan Agus Santoso yang bertugas sebagai tim pengawas. Dan terakhir Dwi Sulistiono sebagai penyedia senjata api.(Merdeka.com)

Eksplorasi konten lain dari LiniMedia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca