
Selain kebencanaan, Illiza juga berharap RAPI menjadi mitra menyebarluaskan program pelayanan publik. Mulai dari layanan Ambulans Keliling, jemput bola administrasi kependudukan, edukasi pencegahan HIV/AIDS, hingga inovasi pelayanan publik lainnya.
RAPI juga diminta membantu pemerintah menyampaikan informasi dari masyarakat. Seperti jalan rusak, lampu jalan padam, pelanggaran Syariat Islam, balap liar, hingga persoalan lingkungan yang butuh penanganan cepat.
Di tengah derasnya arus informasi digital, Illiza berpesan agar RAPI menjadi teladan dalam budaya komunikasi sehat. Menyampaikan informasi terverifikasi dan menangkal hoaks.
“Di era digital saat ini tantangannya bukan hanya cepat, tapi juga memastikan informasi yang diterima masyarakat benar, akurat, dan dapat dipertanggungjawabkan,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua RAPI Daerah Aceh Rahmat Thalib mengatakan muswil merupakan forum tertinggi organisasi di tingkat wilayah. Muswil ini diharapkan menjadi momentum evaluasi program, memperkuat soliditas, memilih kepengurusan terbaik, serta merumuskan langkah bermanfaat bagi masyarakat.
Ia juga menyebut keberadaan RAPI sangat penting terutama saat terjadi bencana. Untuk itu, pihaknya bertekad untuk terus memperkuat kehadiran RAPI hingga ke tingkat gampong dengan merekrut keuchik sebagai anggota.
“Dan kami yakin dengan kepemimpinan Wali Kota Illiza saat ini yang memberikan dukungan penuh kepada kami, bukan hanya RAPI Banda Aceh yang akan maju, tapi RAPI Aceh juga le depannya,” ucap Rahmat. (*)












