Scroll untuk baca artikel
Nasional

Cara Hakim Buktikan Sambo Pakai Sarung Tangan Hitam Ikut Tembak Mati Brigadir J

90
×

Cara Hakim Buktikan Sambo Pakai Sarung Tangan Hitam Ikut Tembak Mati Brigadir J

Sebarkan artikel ini
Terdakwa Ferdy Sambo saat menjalani sidang tuntutan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

Luka keluar, ada di bagian hidung, bagian kelopak mata, leher bagian sisi kanan, lengan kanan atas sisi luar, pergelangan tangan sisi depan, dan jari manis tangan kiri. Hasil autopsi menemukan satu peluru bersarang di bagian dada di sisi kanan.

Dari tujuh luka tembak masuk, kata hakim, ada dua yang fatal. Luka tembak pada dada sisi kiri, dan kepala bagian belakang sisi kiri.

Table of Contents

“Dengan demikian logika yang terbangun dari hal tersebut adalah, jumlah tembakan yang mengenai sasaran diri korban Nofriansyah Yoshua Hutabarat sebanyak tujuh kali tembakan,” kata hakim.

Richard, kata hakim, dari penyidikan, sampai di pengadilan mengaku, dirinya sebagai penembak pembuka. Menurut hakim, Richard mengaku menembak tiga sampai empat kali menggunakan pistol Glock-17 MPY851 kaliber 9 mm. Magasin Glock Richard normalnya berisikan 17 butir amunisi penuh.

Tetapi, hakim mengutip kesaksian ahli persenjataan dan balistik yang menyebutkan pengguna Glock-17 jarang mengisi penuh magasin. Hakim juga menebalkan pengakuan Richard yang tak tahu arah tembakannya mengenai tubuh Brigadi J bagian mana. Dari alat bukti senjata api pegangan Richard yang disita terdapat sisa peluru sebanyak 12 butir. Itu terdiri dari 6 butir amunisi dengan merk PIN 9CA; 5 butir peluru S&B 9×19.20; dan 1 butir peluru tajam Lugger Z7 9mm.

“Sehingga dengan jumlah tujuh perkenaan pada tubuh korban Nofriansyah Yoshua Hutabarat, maka apabila maksimal senjata Glock 17 milik Richard Eliezer adalah 17 butir peluru, dan dalam praktiknya tidak pernah diisi penuh, maka dapat disimpulkan ada dua atau tiga perkenaan tembakan yang bukan merupakan perbuatan Richard Eliezer,” kata hakim.

Eksplorasi konten lain dari LiniMedia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca