Scroll untuk baca artikel
Artikel

CERPEN : Cinta Di Bawah Tangga Mushola

26
×

CERPEN : Cinta Di Bawah Tangga Mushola

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi tangga mushola. Foto : pixabay/congerdesign
Ilustrasi tangga mushola. Foto : pixabay/congerdesign

LM – Di sebuah desa kecil yang terpencil, hiduplah dua pemuda bernama Rizal dan Siti. Mereka saling suka sejak pertama kali bertemu di perayaan desa. Tapi, masalahnya, Rizal dan Siti berasal dari keluarga dengan budaya yang berbeda.

“Kamu tahu, Siti, pertama kali aku melihatmu di perayaan desa itu, hatiku langsung bergetar,” kata Rizal kepada Siti di bawah tangga mushola yang menjadi tempat mereka sering bertemu.

Table of Contents

Siti tersenyum malu-malu, “Aku juga merasa begitu, Rizal. Tapi, kita tahu bahwa budaya keluarga kita berbeda. Aku takut hal itu akan membuat semuanya sulit.”

Rizal mengangguk, “Ya, aku paham. Tapi, kenapa kita tidak mencoba menjalani persahabatan dulu? Siapa tahu, nanti waktu akan membawa jalan untuk kita.”

Begitulah awal kisah cinta mereka, berusaha memahami perbedaan budaya dan menahan perasaan cinta yang tumbuh di antara mereka. Tangga mushola menjadi saksi bisu dari setiap pertemuan mereka, tempat yang menjadi tempat berbagi cerita dan tawa.

“Tangga mushola ini seolah menjadi tempat rahasia kita, ya?” ujar Siti sambil tersenyum.

Rizal mengangguk, “Iya, seperti tempat di mana kita bisa menjadi diri sendiri dan tidak perlu khawatir dengan tekanan dari luar.”

Namun, di balik kebahagiaan mereka, ada juga kesulitan. Keluarga Rizal menentang hubungan ini karena ingin mempertahankan adat dan keturunan keluarga. Sementara itu, keluarga Siti khawatir keberlangsungan tradisi keluarga mereka.

“Pertemuan kita di bawah tangga mushola ini bagaikan mimpi indah yang harus kita hadapi, Rizal,” ujar Siti dengan wajah sedih.

Rizal menggenggam tangan Siti, “Kita pasti bisa menghadapi semua ini bersama-sama. Kita harus memutuskan apa yang terbaik untuk kita berdua.”

Baca Juga :  Sendi Sakit? Jahe Merah Bisa Bantu Redakan, Lho

Tangga mushola menjadi tempat di mana mereka mengobrol tentang kepercayaan dan adat-istiadat masing-masing. Mereka berdua saling mengenalkan dan menghormati budaya satu sama lain.

“Siti, ceritakan lagi tentang tradisi keluargamu. Aku ingin tahu lebih banyak,” pinta Rizal dengan wajah penuh antusias.

Siti tersenyum, “Tradisi keluarga kami sangat kental. Kami selalu merayakan setiap peristiwa dengan upacara adat dan tarian tradisional. Itu adalah cara kami menjaga identitas keluarga.”

Rizal mendengarkan dengan penuh perhatian, “Itu suara indah. Aku ingin mengenal lebih jauh tentang keunikan keluargamu.”

Sementara itu, mereka juga berbagi cerita tentang kehidupan di desa dan kekayaan budaya setempat. Rizal menceritakan tentang kearifan lokal dan kebiasaan-kebiasaan yang melekat erat dalam kehidupan desa mereka.

“Kamu tahu, Siti, meskipun kita dari budaya yang berbeda, aku merasa banyak hal yang kita miliki bisa saling melengkapi,” ucap Rizal.

Siti mengangguk, “Betul juga ya. Kita bisa belajar banyak hal satu sama lain.”

Namun, tangga mushola juga menjadi tempat di mana mereka berdua menghadapi pertanyaan sulit mengenai masa depan. Mereka memahami bahwa memutuskan untuk bersatu tidak akan mudah, terutama menghadapi perbedaan budaya yang kental.

“Kita harus bersiap menghadapi segala kemungkinan, Rizal. Tapi, aku yakin jika kita bersama, kita bisa melewati semuanya,” ujar Siti dengan tegas.

Rizal menatap Siti dengan penuh keyakinan, “Aku juga yakin, Siti. Kita harus berjuang bersama demi cinta kita.”

Waktu terus berjalan, dan pada suatu hari, Rizal dan Siti memutuskan untuk menghadapi keluarga dan masyarakat dengan keputusan mereka untuk bersatu. Mereka yakin bahwa cinta mereka bisa mengatasi segala rintangan.

“Kita akan hadapi ini bersama-sama, Siti. Tak peduli seberapa sulitnya, kita pasti bisa,” ujar Rizal semangat.

Baca Juga :  Kode Redeem FF 2024 Hari Ini, Senin, 20 Mei 2024: Klaim Hadiah Menarik Sekarang!

Siti tersenyum, “Aku bersyukur memilikimu, Rizal.”

Akhirnya, tangga mushola yang selama ini menjadi tempat berbagi cerita dan canda tawa, kini menjadi tempat di mana Rizal dan Siti mengucapkan janji setia mereka. Di hadapan keluarga, sahabat, dan seluruh desa, mereka berdua menyatakan cinta dan kesetiaan mereka satu sama lain.

“Tangga mushola ini bukan hanya menjadi saksi, tapi juga saksi bisu dari perjuangan kita, Siti. Kita akan buktikan bahwa cinta sejati bisa mengatasi segala rintangan,” ujar Rizal dengan tulus.

Tangga mushola yang awalnya hanya saksi bisu, kini menjadi simbol perdamaian dan persatuan dalam keberagaman budaya desa yang indah itu.***

Eksplorasi konten lain dari LiniMedia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca