Benang merah perjalanan Didong adalah ketangguhannya. Dari ruang kecil balai desa hingga panggung modern, Didong tetap hidup karena ia fleksibel tanpa kehilangan akar. Dalam setiap riak perubahan, Didong menemukan cara baru untuk bersuara. Ia bukan hanya seni tradisi, melainkan perjalanan panjang budaya Gayo yang mampu menyesuaikan diri, tanpa melepaskan jati diri.(Adv)












