Tahun ini, ASFF 2025 tampil lebih meriah dengan kolaborasi bersama Kementerian Kebudayaan melalui program GAYA IN (Gerakan Kebudayaan Indonesia). Integrasi program nasional ini diharapkan semakin memperkuat promosi narasi budaya yang melekat pada setiap hidangan Aceh.
Festival menghadirkan berbagai zona kuliner tematik dan program unggulan. Salah satunya Foodlore, sebuah pertunjukan dongeng yang menceritakan kisah-kisah kuliner Aceh secara dramatis, puitis, dan imajinatif — mulai dari dapur perjuangan hingga meja jamuan kerajaan.
Selain itu, pengunjung juga dapat mengikuti sesi Demo Masak dengan tema “10 Ribu di Tangan Istri yang Tepat”, yang menyoroti kreativitas kuliner rumahan dalam anggaran terbatas. Ada pula Stories On The Plate: Aceh Edition, sebuah sesi dining eksklusif bersama wisatawan dan ekspatriat, di mana setiap hidangan disajikan dengan cerita langsung dari Influencer Chef Aceh.
Kemeriahan festival semakin lengkap dengan Music Performance, Show Performance, serta kompetisi Battle of Mukbang yang menantang peserta menghabiskan hidangan street food dalam waktu terbatas.
Fira, perwakilan dari tenant Debebek yang turut meramaikan festival, menyambut positif penyelenggaraan ASFF 2025. Ia menilai festival ini membuka ruang bagi para pedagang untuk berbagi cerita di balik resep yang mereka sajikan.
“Pengunjung jadi lebih menghargai makanan yang mereka cicipi karena ada ceritanya. Ini bagus sekali untuk mengangkat marwah kuliner Aceh ke tingkat yang lebih tinggi,” ujarnya.












