“Kemudian karena semua ITF ditugaskan kepada BUMD, kemudian BUMD mencari mitra. Nanti BUMD dan mitralah yang mencari pembiayaan,” katanya.
Sebelumnya, Jakpro telah meneken kontrak kerja sama dengan Fortum Finlandia untuk membangun ITF Sunter. Bahkan, keduanya sepakat mendirikan usaha patungan PT Jakarta Solusi Lestari untuk menyukseskan pembangunan ITF Sunter, namun di tengah perjalanan Fortum Finlandia mundur dengan alasan tertentu.
Saat itu, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah mengajukan tipping fee untuk ITF Sunter sebesar Rp 585 ribu per ton. Sedangkan untuk penjualan listrik dari ITF, PLN telah menandatangani kontrak perjanjian jual-beli listrik sebesar 11 sen dolar AS per kWh.(Republika.co.id)












