Direktur Utama PT Bio Farma (Persero) Honesti Basyir menargetkan uji klinis fase tiga rampung pada Juli mendatang sehingga akan menerima emergency use authorization (EUA) dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Honesti berharap Bio Farma bisa memperoleh Emergency Use Listing (EUL) dari Badan Kesehatan Dunia (WHO) pada Oktober 2022.
“Hari ini merupakan milestone yang sangat menentukan bagi industri kesehatan kita, ini merupakan vaksin yang kita produksi dari hulu ke hilir,” kata Honesti.(Republika.co.id)










