Selain gerakan, syair yang dilantunkan oleh syekh juga menjadi unsur penting yang menyampaikan pesan moral. Lirik-liriknya sering berisi nasihat religi, ajakan untuk memperbaiki diri, hingga sindiran sosial mengenai perilaku yang dianggap menyimpang. Di masa lalu, syair ini menjadi sarana pendidikan moral yang efektif di tengah masyarakat. Kini, syair Saman terus menjadi jembatan antara generasi lama dan baru, memperkenalkan nilai budaya sekaligus memberikan hikmah kehidupan.
Salah satu hikmah terbesar dari Saman adalah pentingnya kebersamaan. Dalam tarian ini, seorang penari tidak boleh bergerak lebih cepat atau lebih lambat dari yang lain. Bila satu orang saja kehilangan fokus atau ritme, keseluruhan pertunjukan dapat terganggu. Filosofi ini menggambarkan bahwa keberhasilan kehidupan tidak dapat dicapai melalui ego pribadi, tetapi melalui kekompakan, saling mendukung, dan rasa percaya antaranggota komunitas.
Dengan demikian, Tari Saman bukan hanya sebuah pertunjukan seni, melainkan wujud nyata filsafat hidup masyarakat Gayo. Ia mengajarkan bahwa kehidupan memerlukan koordinasi antara tubuh, suara, dan jiwa—antara tindakan, ucapan, dan niat. Dalam harmoni itulah manusia menemukan keindahan hidup, sebagaimana penari Saman menemukan keindahan dalam gerakan yang seragam, bersatu, dan penuh makna.(Adv)












