Linimedia.id | Musyawarah Besar (MUBES) Himpunan Mahasiswa Aceh Selatan (HAMAS) yang dilaksanakan pada tanggal 15 Februari 2026 resmi di pending hingga setelah Hari Raya Idul Fitri.
Keputusan ini diambil setelah forum mengalami deadlock akibat dinamika persidangan yang tidak menemukan titik temu dalam pengambilan keputusan strategis, termasuk terkait proses pemilihan ketua umum.
Ketua Panitia MUBES, Rivaldi, menegaskan bahwa pending ini merupakan langkah konstitusional dan penuh tanggung jawab demi menjaga marwah organisasi.
“Forum mengalami kebuntuan (deadlock) dan tidak memungkinkan untuk dipaksakan. Demi menjaga legitimasi serta keabsahan hasil MUBES, maka forum kami pending dan akan dilanjutkan setelah Idul Fitri. Bulan suci Ramadhan bukan waktu yang tepat untuk melanjutkan dinamika persidangan yang membutuhkan fokus, energi, dan konsentrasi penuh,” tegas Rivaldi dalam keterabgan Persbya Senin 16 Februari 2016.
Lebih lanjut, Rivaldi juga menegaskan bahwa hingga saat ini belum ada ketua baru yang resmi dan sah terpilih dalam forum MUBES. Segala klaim sepihak di luar forum resmi adalah tindakan inkonstitusional dan tidak memiliki dasar legitimasi organisasi.
Panitia menegaskan bahwa Pending dilakukan demi menjaga integritas forum dan persatuan mahasiswa Aceh Selatan.
Tidak ada keputusan final terkait kepemimpinan baru.
Forum lanjutan akan dilaksanakan setelah Idul Fitri dengan mekanisme yang tetap mengacu pada AD/ART organisasi.
MUBES adalah forum tertinggi organisasi, bukan arena ambisi pribadi. HAMAS tidak boleh dikorbankan oleh kepentingan kelompok yang ingin memaksakan kehendak tanpa melalui mekanisme yang sah.
“Kami mengajak seluruh elemen mahasiswa Aceh Selatan untuk tetap menjaga kondusivitas, menghormati keputusan forum, dan tidak terprovokasi oleh narasi-narasi yang menyesatkan”,ujarnya.








