Scroll untuk baca artikel
DPRK

HIV/AIDS Meningkat, Ketua Komisi IV DPRK Banda Aceh Desak Pencegahan Masif

22
×

HIV/AIDS Meningkat, Ketua Komisi IV DPRK Banda Aceh Desak Pencegahan Masif

Sebarkan artikel ini

LM-Ketua Komisi IV DPRK Banda Aceh, Farid Nyak Umar, menyoroti peningkatan kasus HIV/AIDS di Kota Banda Aceh dan mendesak upaya pencegahan yang lebih masif.

Hal ini ia sampaikan saat menjadi narasumber dalam program Dialog Banda Aceh Pagi Ini di RRI Banda Aceh. Dalam diskusi yang mengangkat tema “Gay Dominasi Kasus HIV/AIDS di Kota Banda Aceh”, Farid berbicara bersama Lukman, SKM, MKes (Kepala Dinas Kesehatan Banda Aceh) dan Dr. Roslina, S.Ag, M.Hum (Kabid PSI Satpol PP dan WH Kota Banda Aceh) pada Selasa (25 Februari 2025).

Table of Contents

Dalam kesempatan tersebut, Farid mengungkapkan kekhawatirannya terhadap tingginya angka kasus HIV/AIDS yang banyak didominasi oleh kelompok gay. Menurutnya, fenomena ini harus menjadi perhatian serius semua pihak, termasuk pemerintah, ulama, tokoh masyarakat, dan keluarga. “Ini bukan sekadar angka statistik, tetapi menyangkut masa depan generasi dan moral masyarakat kita,” ujarnya.

Farid menegaskan bahwa Banda Aceh sebagai kota yang menerapkan syariat Islam harus lebih serius dalam menekan penyebaran HIV/AIDS, terutama yang disebabkan oleh perilaku menyimpang. Ia mendorong kebijakan pencegahan yang lebih ketat dan edukasi yang lebih luas kepada masyarakat. “Pemerintah harus memperkuat langkah-langkah preventif, termasuk sosialisasi bahaya HIV/AIDS ke sekolah-sekolah, kampus, dan lingkungan masyarakat,” kata Farid.

Selain itu, Farid juga menekankan pentingnya peran keluarga dalam menangkal penyebaran HIV/AIDS. Ia menilai bahwa pengawasan orang tua terhadap pergaulan anak-anak mereka menjadi faktor utama dalam mencegah penyimpangan seksual yang berisiko menularkan virus ini. “Keluarga harus lebih peduli dan aktif dalam memberikan pemahaman kepada anak-anak mereka tentang bahaya perilaku menyimpang dan dampaknya terhadap kesehatan,” tambahnya.

Baca Juga :  Tgk Tarnuman dan Warga Bahu-Membahu Percantik Masjid Jelang Tarawih Perdana

Sementara itu, Lukman, Kepala Dinas Kesehatan Banda Aceh, mengungkapkan bahwa data terbaru menunjukkan peningkatan jumlah penderita HIV/AIDS di Banda Aceh. Menurutnya, kasus yang terjadi saat ini sebagian besar berasal dari hubungan seksual sesama jenis. “Dari laporan yang kami terima, sebagian besar kasus HIV/AIDS di Banda Aceh ditemukan pada kelompok lelaki yang berhubungan dengan lelaki (LSL),” jelas Lukman.

Dinas Kesehatan Banda Aceh sendiri telah melakukan berbagai upaya pencegahan, termasuk kampanye kesehatan dan pemeriksaan dini bagi kelompok rentan. Namun, Lukman mengakui bahwa masih banyak tantangan dalam menangani kasus ini, terutama karena stigma yang melekat pada penderita HIV/AIDS. “Kami ingin mengajak semua pihak untuk lebih terbuka membahas isu ini agar pencegahan bisa lebih efektif,” katanya.

Dr. Roslina dari Satpol PP dan WH Kota Banda Aceh menambahkan bahwa pihaknya juga terus meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas yang berpotensi melanggar syariat Islam dan norma sosial di Banda Aceh. Ia menegaskan bahwa pemerintah tidak akan tinggal diam dalam menghadapi permasalahan ini. “Kami bekerja sama dengan berbagai pihak untuk menegakkan aturan yang dapat mencegah praktik-praktik yang berisiko menyebarkan HIV/AIDS,” ujar Roslina.

Farid Nyak Umar dalam pernyataan penutupnya kembali menegaskan bahwa DPRK Banda Aceh akan terus mengawal permasalahan ini dan mendorong kebijakan yang lebih efektif dalam menekan penyebaran HIV/AIDS.

Ia juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama berperan aktif dalam pencegahan, baik melalui edukasi, pengawasan sosial, maupun pelaporan terhadap aktivitas yang mencurigakan.

“Ini tanggung jawab kita bersama. Jika kita diam, maka generasi kita yang akan menjadi korban,” pungkasnya.[***]

Eksplorasi konten lain dari LiniMedia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca