Wali kota juga berharap seluruh peserta daapt memanfaatkan kesempatan ini sebaik-baiknya. “Jangan hanya mengejar sertifikat, tetapi kejar kompetensi. Karena keterampilan adalah modal yang tidak akan habis dipakai.”
Menurutnya, Pemko Banda Aceh akan terus memperluas akses pelatihan, memperkuat kolaborasi dengan dunia usaha, serta membuka lebih banyak ruang bagi lahirnya tenaga kerja terampil dan wirausaha baru.
“Insyaallah, jika semakin banyak warga yang memiliki keterampilan dan mampu menciptakan peluang ekonomi, maka cita-cita kita mewujudkan Banda Aceh sebagai kota yang maju, produktif, sejahtera, dan kolaboratif akan semakin cepat terwujud,” katanya.
Sementara Kadisnaker Banda Aceh Fahmi merincikan peserta pelatihan dengan pendekatan berbasis kompetensi itu, terdiri dari 16 orang yang mengikuti pelatihan Las Listrik, 16 Teknik Pendingin (teknisi AC), 32 Pembuatan Roti dan Kue, dan 32 orang di bidang Pemasaran Digital dan Branding
“Total ada 96 orang peserta yang kita rekrut dari seluruh kecamatan. Sebelumnya, mereka juga sudah mengikuti tahapan wawancara, bakat minat, dan dinyatakan memenuhi kualifikasi untuk mengikuti pelatihan,” ujarnya.
Selama 160 jam atau 20 hari pelatihan, para peserta turut dibekali dengan sejumlah fasilitas seperti seminar kit, bahan-bahan pelatihan, hingga akomodasi. “Usai pelatihan para peserta juga akan kita ikutkan dalam uji sertifikasi, sehingga bisa langsung memasuki dunia kerja,” ujarnya. (*)






