“Kita juga mendekatkan layanan kesehatan dan pendidikan, agar hak dasar masyarakat dapat diakses dengan lebih mudah dan lebih layak. Dan kita menata wajah kota, dari kebersihan, fasilitas publik, hingga pengembangan kawasan seperti Ulee Lheue agar Banda Aceh semakin tertib, nyaman, dan hidup,” ujarnya lagi.
Illiza turut menyampaikan sejumlah capaian pemerintahannya, mulai dari Universal Health Coverage, Inovasi SIRA (Sinergi Inovasi ARIP), opini Wajar Tanpa Pengecualian yang dipertahankan hingga 17 kali berturut-turut, hingga CityNet SDG City Awards.
Menurutnya, semua capaian itu bukanlah milik pemerintah semata. “Ini adalah milik kita bersama, hasil dari sinergi seluruh elemen kota yang bergerak dalam satu arah dan tujuan yang sama.”
Peringatan Hari Jadi Kota Banda Aceh tahun ini pun tidak hanya dimaknai sebagai seremoni, tetapi diwujudkan dalam rangkaian kegiatan yang mencerminkan semangat sinergi kolaborasi.
Mulai dari Pelaksanaan Rapat Kerja Komisariat Wilayah I APEKSI, Banda Aceh City Expo, penanaman pohon di Hutan Kota Tibang menjadi, “hingga seminar nasional yang menjadi ruang untuk memperkuat perspektif dan arah pembangunan ke depan,” ujar Illiza.
Ke depan, tantangan yang akan dihadapi tentu tidak ringan. “Namun dengan kolaborasi yang terus kita perkuat, kita optimis Banda Aceh akan terus berkembang sebagai kota yang maju, kompetitif, dan membahagiakan warganya.”
“Untuk itu, kami mengajak seluruh elemen, legislatif, forkopimda, dunia usaha, akademisi, tokoh masyarakat, serta seluruh warga kota untuk terus menjaga kebersamaan dan memperkuat kolaborasi dalam membangun kota ini,” kata Illiza.












