
PKU Akbar tersebut diikuti 100 peserta terpilih dan dirancang sebagai ruang peningkatan kapasitas, bukan sekadar seremoni. Peserta mendapatkan literasi keuangan dari OJK mengenai kanal pengaduan konsumen sektor jasa keuangan, materi pencatatan keuangan sederhana dari PNM, serta pelatihan penjualan online. Kegiatan juga diisi showcase produk nasabah, penyerahan beasiswa dan sertifikat halal, sehingga peserta memperoleh bekal yang lebih utuh untuk mengembangkan usahanya.
Menutup sambutan, Illiza mengajak seluruh pihak menjadikan PKU Akbar sebagai momentum memperkuat Banda Aceh sebagai Kota Kolaborasi dalam membangun ekonomi masyarakat.
Ia meminta peserta membawa pulang ilmu, strategi dan komitmen baru dengan memisahkan keuangan rumah tangga dan usaha, mencatat transaksi secara tertib, menjaga kualitas produk, mengoptimalkan media sosial serta transaksi digital, dan terus berinovasi.
“Pemerintah Kota Banda Aceh siap membuka pintu kolaborasi selebar-lebarnya demi mewujudkan UMKM Banda Aceh yang tangguh, mandiri, dan berdaya saing tinggi,” pungkasnya. (Riz)












