Hal itu disampaikan Illiza saat menghadiri Pengembangan Kapasitas Usaha (PKU) Akbar Kolaborasi PNM dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) di Gedung Aula OJK Provinsi Aceh, Jumat, 14 Agustus 2026, dengan tema “Sinergi Finansial: Wujudkan UMKM Tangguh dan Berkelanjutan.”
Kegiatan turut dihadiri Kepala OJK Provinsi Aceh Dady PerYoga, Direktur Operasional dan Hubungan Kelembagaan PNM Lalu Dodot Patria Ary S, serta sejumlah pimpinan lembaga perbankan dan Pegadaian.
Illiza mengapresiasi kolaborasi OJK dan PNM tersebut. Menurutnya, pengembangan usaha tidak cukup hanya dengan suntikan modal, tetapi harus dibarengi pengetahuan, pendampingan berkelanjutan, literasi keuangan, perluasan akses pasar, serta keberanian berinovasi. “Modal memang krusial sebagai pemicu awal, tetapi modal tanpa pengetahuan akan cepat habis tak berbekas,” ujarnya.
Ia menegaskan, tujuan pengembangan UMKM bukan sekadar membuat pelaku usaha mampu bertahan, melainkan mendorong mereka naik kelas, dari usaha mikro menjadi kecil, dari kecil menjadi menengah, hingga mampu memperluas pasar ke tingkat nasional dan internasional. Untuk itu, Illiza meminta pelaku usaha menertibkan pencatatan keuangan, meningkatkan kualitas dan kemasan produk, memanfaatkan teknologi digital, serta menggunakan pembiayaan secara sehat dan produktif.












