“Kota harus tetap bersih, terang, dan nyaman, terutama di sekitar tempat ibadah dan pusat aktivitas masyarakat,” kata Illiza.
Kepada Dinas Perhubungan, Wali Kota menugaskan pengaturan parkir dan lalu lintas secara intensif di kawasan pasar, pusat perbelanjaan, dan lokasi keramaian, khususnya menjelang berbuka puasa dan setelah salat tarawih. “Ketertiban lalu lintas dan parkir sangat menentukan kenyamanan masyarakat. Jangan sampai kemacetan mengganggu aktivitas ibadah,”.
Selain pelayanan publik, Illiza juga menekankan pentingnya penguatan penegakan syariat Islam selama Ramadan. Untuk itu, Pemerintah Kota menugaskan Satpol PP Banda Aceh dan Wilayatul Hisbah Banda Aceh agar lebih gencar melakukan pengawasan dan penertiban.
“Ramadan adalah bulan suci yang harus dijaga bersama. Kami meminta Satpol PP dan WH meningkatkan patroli, pembinaan, serta penegakan aturan agar suasana kota tetap religius, tertib, dan kondusif,” tegasnya.
Ia menambahkan, langkah ini sejalan dengan komitmen bersama Forkopimda untuk menjaga keamanan, ketertiban, dan kekhusyukan ibadah masyarakat selama Ramadan. “Ini bukan hanya tugas pemerintah, tetapi tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat. Mari kita jadikan Ramadan sebagai momentum memperkuat nilai keislaman, kebersamaan, dan kepedulian sosial.” (Riz)




