Scroll untuk baca artikel
Nasional

Ini Kata Pengajar Kriminologi UI Soal Polisi Salah Tangkap Peretas Bjorka

79
×

Ini Kata Pengajar Kriminologi UI Soal Polisi Salah Tangkap Peretas Bjorka

Sebarkan artikel ini

“Oleh karena itu, harus dipelajari terkait dunia siber atau akses tanpa izin yang dilakukan Bjorka ini karena dia kelihatan profesional. Tidak bisa menggunakan model penyelidikan seperti kejahatan jalanan,” ujarnya.

Sebab, Arthur menangkap kesan kejahatan Bjorka disamakan dengan kejahatan siber biasa. Padahal, data petinggi negara dan dipublikasi ke publik melalui media. “Jadi, jangan menganggap remeh (kasus Bjorka) karena bisa menjadi terlihat tak profesional,” katanya.

Table of Contents

Sebenarnya Arthur mengaku mengenal beberapa profesional kepolisian di bagian kejahatan siber dan mereka adalah ahli mengungkap kasus besar. Arthur menduga, kasus ini tidak ditangani kelompok profesional ini. Selain itu, mungkin data yang diperoleh masih mentah atau belum final tetapi sudah ditangkap. Oleh karena itu, ia meminta pengumpulan data atau informasi harus lebih matang dan dikoordinasikan dengan profesional yang ada di dalam Polri karena mereka telah mengungkap beberapa kasus kejahatan siber sebelumnya.

Sebelumnya, MAH (21 tahun) pemuda di Madiun yang ditangkap polisi karena diduga hacker Bjorka ternyata anak buruh tani.

Sehari-harinya dia berjualan es di Pasar Pintu Dungus untuk membantu orangtua. Ibu MAH, Prihatin (48) terkejut saat mengetahui anak laki-lakinya itu ditangkap polisi.

Anaknya ditangkap di kediamannya di Desa Banjarsari Kulon, Kecamatan Dagangan, Kabupaten Madiun, Jawa Timur pada Rabu (14/9/2022) malam.(Republika.co.id)

Eksplorasi konten lain dari LiniMedia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca