Scroll untuk baca artikel
DPRKNews

Jaga Kesehatan Warga, Dewan Kota Minta BPOM dan Satpol PP Awasi Takjil di Bulan Ramadhan

45
×

Jaga Kesehatan Warga, Dewan Kota Minta BPOM dan Satpol PP Awasi Takjil di Bulan Ramadhan

Sebarkan artikel ini
Anggota Komisi 4 DPRK Banda Aceh, Mehran Gara
Anggota Komisi 4 DPRK Banda Aceh, Mehran Gara

LM-Menjaga kesehatan masyarakat dari bahaya bahan kimia dalam makanan menjadi perhatian serius Dewan Perwakilan Rakyat Kota (DPRK) Banda Aceh. Anggota Komisi IV DPRK Banda Aceh, Mehran Gara, meminta Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), Dinas Kesehatan, Dinas Pangan, serta Satpol PP untuk rutin melakukan razia terhadap makanan berbuka puasa atau takjil yang dijual di berbagai lokasi selama bulan Ramadhan.

Setiap sore selama Ramadhan, ruas-ruas jalan di Banda Aceh dipadati oleh pedagang yang menjajakan aneka takjil untuk warga yang bersiap berbuka puasa. Fenomena ini sudah menjadi tradisi tahunan yang selalu dinanti. Namun, di tengah semaraknya pasar takjil, ada kekhawatiran terselubung terkait keamanan pangan. Mehran mengungkapkan bahwa masih ada oknum pedagang nakal yang mencampurkan bahan berbahaya seperti boraks dan formalin ke dalam makanan yang mereka jual demi keuntungan sesaat.

Table of Contents

“Setiap tahun, masyarakat kita menyerbu takjil yang dijual di pinggir jalan karena alasan kepraktisan. Namun yang disayangkan, ada pedagang yang demi keuntungan menggunakan bahan pengawet berbahaya, seperti boraks dan formalin, tanpa memikirkan dampaknya bagi kesehatan,” ujar Mehran.

Ia menjelaskan bahwa formalin merupakan zat pengawet yang biasa digunakan pada mayat atau bahan bangunan. Jika masuk ke dalam tubuh manusia, formalin bisa meningkatkan risiko kanker. Sementara itu, boraks yang kerap digunakan sebagai campuran dalam pembuatan solder dan antiseptik kayu juga sangat berbahaya jika dikonsumsi.

“Ciri-ciri makanan yang mengandung formalin atau boraks biasanya bisa dikenali dari tekstur dan ketahanannya. Makanan ini tidak mudah hancur, bisa bertahan lebih dari tiga hari tanpa basi, dan tidak dihinggapi lalat. Itu yang harus diwaspadai,” tambahnya.

Baca Juga :  TRH: Pembangunan Infrastruktur Teknologi harus Sejalan dengan Peningkatan SDM

Mehran menekankan pentingnya tindakan tegas dari pemerintah untuk melindungi masyarakat dari makanan yang tidak layak konsumsi. Oleh karena itu, ia meminta instansi terkait untuk turun langsung ke lapangan dan menggelar razia secara berkala selama bulan Ramadhan. Menurutnya, pengawasan ketat dan uji laboratorium terhadap sampel makanan yang dijual di pasar takjil sangat diperlukan agar warga Banda Aceh terhindar dari risiko kesehatan yang ditimbulkan oleh bahan pengawet berbahaya.

Tak hanya kepada pemerintah, Mehran juga mengimbau masyarakat agar lebih selektif dalam memilih makanan berbuka puasa. Kesadaran untuk mengecek kualitas takjil sebelum membeli dianggap sebagai langkah awal dalam melindungi diri dan keluarga dari konsumsi makanan berbahaya.

“Masyarakat harus lebih berhati-hati. Jangan hanya tergiur dengan tampilan makanan yang menarik atau harga yang murah, tapi pastikan keamanannya. Lebih baik membeli dari pedagang yang sudah dikenal atau, jika memungkinkan, membuat sendiri di rumah agar lebih terjamin kesehatannya,” tegasnya.

Kekhawatiran mengenai keamanan pangan selama Ramadhan bukanlah hal baru. Tahun-tahun sebelumnya, razia yang dilakukan BPOM dan Dinas Kesehatan kerap menemukan sejumlah makanan yang mengandung zat berbahaya. Oleh karena itu, pengawasan yang lebih ketat diharapkan dapat memberikan efek jera bagi pedagang nakal yang masih menggunakan bahan tambahan berbahaya dalam produk mereka.

Selain itu, Mehran juga mengajak para pedagang untuk lebih mengutamakan kesehatan konsumen dengan tidak menggunakan bahan pengawet atau pewarna berbahaya dalam produk mereka. Ia berharap seluruh pihak, baik pedagang, pemerintah, maupun masyarakat, dapat bekerja sama menciptakan lingkungan jual beli makanan yang aman dan sehat selama bulan suci Ramadhan.

Dinas Pangan dan Dinas Kesehatan Banda Aceh sendiri telah menyatakan kesiapannya untuk melakukan pengawasan lebih intensif terhadap makanan berbuka puasa yang dijual di pasar-pasar takjil. Langkah ini mendapat dukungan penuh dari berbagai pihak, termasuk masyarakat yang semakin sadar akan pentingnya keamanan pangan.

Baca Juga :  Dewan Kota Dukung Penuh Upaya BNNK Berantas Narkoba

Dengan semakin meningkatnya kesadaran akan bahaya makanan berbahan kimia, diharapkan Ramadhan tahun ini dapat berjalan lebih sehat dan aman bagi seluruh warga Banda Aceh.[***]

Eksplorasi konten lain dari LiniMedia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca