Setelah gempa terjadi, menurut dia, warga desa kemudian datang ke masjid untuk menunaikan sholat subuh, tapi warga desa kaget saat melihat masjid mereka sudah hancur. “Saya pikir jiwa orang sangat terpengaruh oleh ini,” jelasnya.
Imam masjid di Maland, Adel al-Sheikh, yang juga hadir di lapangan terbuka untuk memimpin shalat Jumat mengungkapkan bahwa kehancuran masjid merupakan kerugian besar bagi desa berpenduduk 7.000 orang itu.
“Saya sudah menjadi imam di sini selama tiga tahun, meskipun desanya besar, hanya ada satu masjid yang mengumpulkan semua orang desa, terutama pada hari Jumat ketika sekitar 1.500 jamaah shalat di dalamnya,” katanya.(Republika.co.id)










