LM – Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Kelas IIA Banda Aceh, Edi Sigit Budiman, A.Md.IP., SH., M.A.P, bersama pejabat struktural, melaksanakan kegiatan inspeksi mendadak (sidak) dan tegur sapa dengan warga binaan hunian Mapeling pada Selasa, 28 November 2023.
Dengan jumlah warga binaan mencapai 605 orang, Edi Sigit Budiman menegaskan bahwa sidak ini bukan hanya sekadar rutinitas, tetapi juga langkah konkret untuk memastikan kualitas hidup dan kesejahteraan para tahanan. “Kegiatan sidak ini menjadi langkah nyata kami untuk memastikan kondisi ketertiban dan kebersihan para warga binaan di Lapas Kelas IIA Banda Aceh,” ujar Edi Sigit Budiman.
Kepala Lapas menambahkan bahwa keberhasilan pembinaan tahanan tidak hanya tergantung pada penerapan sanksi, melainkan juga pada upaya menjaga lingkungan yang bersih dan tertib. “Kami mengajak seluruh warga binaan untuk turut berperan aktif dalam menjaga ketertiban dan kebersihan bersama. Ini adalah wujud nyata dari pembinaan yang holistik,” tegasnya.
Kegiatan sidak dan tegur sapa ini bukan hanya dilakukan oleh Kalapas, tetapi juga melibatkan pejabat struktural lainnya, seperti Kasi Kamtib, Kaubsi Bimkemaswat, dan Wadan Pengamanan Rupam IV. Dalam upaya meningkatkan keterlibatan semua pihak, sidak tidak hanya sekadar pemeriksaan, tetapi juga sebagai momen untuk berdialog dan merangkul kerjasama antara petugas dan warga binaan.
Sidak yang dilakukan di hunian Mapeling ini melibatkan pengecekan secara menyeluruh terhadap kondisi fasilitas, kebersihan lingkungan, hingga melibatkan interaksi langsung antara petugas dan warga binaan. Hal ini menciptakan suasana yang lebih humanis dalam pelaksanaan tugas keamanan dan pemasyarakatan.
Pada kesempatan tersebut, Kalapas tidak hanya berfokus pada aspek ketertiban dan kebersihan, tetapi juga memberikan himbauan kepada warga binaan penghuni karantina Mapeling. Kalapas mengingatkan betapa pentingnya menjaga ketertiban dan kebersihan demi kesejahteraan bersama.
“Kami berharap, dengan menjaga ketertiban dan kebersihan, lingkungan di dalam Lapas akan menjadi lebih kondusif untuk proses pembinaan. Pembinaan bukan hanya tanggung jawab petugas, tetapi juga tanggung jawab bersama sebagai satu komunitas di dalam lapas ini,” jelas Edi Sigit Budiman.
Menurut informasi yang disampaikan oleh Kalapas, hingga saat ini, jumlah warga binaan di Lapas Kelas IIA Banda Aceh telah mencapai 605 orang. Dengan banyaknya jumlah ini, perlu dilakukan upaya bersama untuk memastikan ketertiban dan kebersihan di dalam lapas.
“Hingga saat ini, jumlah warga binaan di Lapas Kelas IIA Banda Aceh telah mencapai 605 orang, sehingga dengan banyaknya warga binaan tersebut, perlu kita pastikan bersama ketertibannya,” pungkas Edi.
Agenda sidak ini mendapatkan dukungan penuh dari Kasi Kamtib, Kaubsi Bimkemaswat, dan Wadan Pengamanan Rupam IV yang turut hadir dalam kegiatan tersebut. Dukungan tersebut menciptakan sinergi antarunit dalam melaksanakan tugas keamanan dan pemasyarakatan.
Ketertiban dan kebersihan di dalam lapas menjadi kunci keberhasilan program rehabilitasi dan pembinaan. Dengan lingkungan yang bersih dan tertib, diharapkan para warga binaan dapat lebih fokus dan produktif dalam mengikuti berbagai program pembinaan yang telah disediakan.
Edi Sigit Budiman menegaskan bahwa kegiatan sidak tidak hanya berfungsi sebagai pengawasan, tetapi juga sebagai bentuk komunikasi antara petugas dan warga binaan. “Melalui kegiatan ini, kami ingin menciptakan hubungan yang baik antara petugas dan warga binaan. Kita semua adalah bagian dari komunitas yang sama di dalam lapas ini,” ucapnya.
Selain itu, pihak Lapas Kelas IIA Banda Aceh berharap agar kegiatan ini dapat menjadi inspirasi dan motivasi bagi lembaga pemasyarakatan lainnya untuk melibatkan warga binaan secara aktif dalam menjaga ketertiban dan kebersihan. Dengan kerjasama yang baik antara petugas dan warga binaan, diharapkan pembinaan tahanan dapat mencapai hasil yang lebih optimal.**


