LINI MEDIA – Kementerian Agama (Kemenag) akan menyelenggarakan Ujian Kompetensi Mahasiswa Pendidikan Profesi Guru (UKMPPG) 2025 pada 18–20 Oktober. Tahun ini, kegiatan diikuti 102.569 peserta, terbanyak sepanjang sejarah pelaksanaan UKMPPG, mayoritas guru Pendidikan Agama Islam (PAI) binaan Direktorat PAI.
Data Panitia Nasional PPG menunjukkan, dari 206.411 peserta PPG Daljab Kemenag yang terbagi dalam tiga angkatan, guru PAI selalu menempati proporsi terbesar, disusul guru madrasah dan guru agama lain seperti Kristen, Katolik, Hindu, dan Buddha. Pada angkatan ketiga, 102.615 peserta dinyatakan eligible mengikuti UKMPPG, dan 102.569 telah melakukan daftar ulang.
Menteri Agama Nasaruddin Umar menegaskan dukungan Kemenag terhadap visi Presiden melalui penguatan kualitas guru agama. “Guru PAI adalah garda terdepan dalam pendidikan karakter bangsa. Karena itu, kesejahteraan mereka harus menjadi perhatian utama, sejalan dengan peningkatan kompetensi melalui PPG,” ujarnya di Jakarta, Jumat (17/10/2025).
Menag menekankan, program PPG tetap berjalan meski ada tekanan efisiensi anggaran. Lulusan PPG berhak memperoleh Tunjangan Profesi Guru (TPG) sebagai pengakuan negara atas profesionalisme mereka. “Negara harus hadir bukan hanya dalam menilai kemampuan guru, tetapi juga menjamin kesejahteraan mereka agar dapat mengajar dengan penuh dedikasi dan ketenangan batin,” tegas Menag.
Dirjen Pendidikan Islam Suyitno menambahkan, Kemenag terus memperluas pelaksanaan PPG bagi guru PAI dan madrasah, baik di sekolah negeri maupun swasta. “PPG adalah jalur afirmasi bagi guru agama untuk naik kelas, baik dalam kompetensi maupun kesejahteraan. Melalui UKMPPG, kita memastikan bahwa guru agama tidak tertinggal dalam memperoleh sertifikasi profesi,” jelasnya.












