LM-Ketua DPRK Banda Aceh, Irwansyah, ST, menghadiri acara Forum Konsultasi Publik Rancangan Awal Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kota Banda Aceh Tahun 2026 dan kick-off meeting penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) Kota Banda Aceh Tahun 2025-2029. Acara ini berlangsung di Aula Lantai 4 Gedung Mawardy Nurdin Balai Kota Banda Aceh pada Selasa (18/02/2025), dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan, mulai dari pejabat pemerintah, akademisi, hingga tokoh masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, Irwansyah menekankan pentingnya perencanaan yang matang dalam pembangunan Banda Aceh ke depan. Menurutnya, RKPD dan RPJM menjadi dokumen strategis yang harus disusun dengan mempertimbangkan aspirasi masyarakat agar kebijakan yang dihasilkan benar-benar menjawab kebutuhan rakyat.
“Kita ingin pembangunan Banda Aceh ke depan semakin terarah dan berkelanjutan. Oleh karena itu, konsultasi publik seperti ini menjadi wadah penting untuk menyerap aspirasi dan saran dari berbagai pihak,” ujar Irwansyah.
Forum konsultasi ini bertujuan untuk menyelaraskan program kerja pemerintah daerah dengan kebutuhan dan harapan masyarakat. Dalam prosesnya, berbagai usulan dan masukan disampaikan, mulai dari sektor pendidikan, kesehatan, infrastruktur, hingga peningkatan kesejahteraan ekonomi masyarakat.
Irwansyah menambahkan bahwa DPRK Banda Aceh siap bersinergi dengan Pemerintah Kota dalam memastikan bahwa setiap program pembangunan dapat berjalan sesuai dengan perencanaan. Dia juga mengapresiasi langkah proaktif Pemerintah Kota Banda Aceh dalam menyusun RKPD dan RPJM secara terbuka dan partisipatif.
“Kami di DPRK Banda Aceh siap mengawal dan memastikan bahwa program yang dirancang benar-benar bermanfaat bagi masyarakat. Transparansi dan partisipasi publik harus menjadi prinsip utama dalam perencanaan pembangunan,” lanjutnya.
Selain itu, forum ini juga menjadi ajang evaluasi terhadap pelaksanaan program yang telah berjalan, sehingga pemerintah dapat mengidentifikasi tantangan yang dihadapi serta mencari solusi yang tepat.
Wali Kota Banda Aceh dalam sambutannya menyampaikan bahwa konsultasi publik ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam mewujudkan pembangunan yang inklusif dan berbasis pada kebutuhan nyata masyarakat.
“Kami ingin memastikan bahwa setiap kebijakan yang diambil benar-benar berdampak positif bagi masyarakat. Oleh karena itu, partisipasi aktif dari berbagai pihak dalam forum ini sangat kami harapkan,” ujar Wali Kota.
Acara ini turut dihadiri oleh Sekretaris Daerah Kota Banda Aceh, para kepala dinas, perwakilan akademisi, tokoh agama, serta berbagai elemen masyarakat yang peduli terhadap pembangunan Kota Banda Aceh.
Dengan adanya forum ini, diharapkan Banda Aceh dapat memiliki perencanaan pembangunan yang lebih baik dan dapat menjawab berbagai tantangan di masa depan. Partisipasi aktif masyarakat dan sinergi antara pemerintah serta DPRK Banda Aceh menjadi kunci utama dalam mewujudkan Banda Aceh sebagai kota yang maju, berdaya saing, dan sejahtera.[***]













