Konsep ini bertujuan memperluas layanan yang lebih komprehensif, yang tidak hanya berfokus pada kesehatan ibu dan anak tetapi juga sosial kemasyarakatan.
“Terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung suksesnya kegiatan hari ini. Kepada masyarakat Langkahan serta masyarakat Aceh yang terimbas bencana hidrometereologi, kami berpesan untuk tetap bersabar, jangan putus asa dan tetap semangat,” kata Tri Tito berpesan.
Sementara itu, Ketua Tim Pembina Posyandu Aceh Marlina Muzakir, usai kegiatan mengajak para kader Posyandu untuk menjalankan arahan Ketum Posyandu dalam mewujudkan layanan komprehensif dengan melaksanakan 6 bidang SPM Posyandu.
“Kami mengajak para kader untuk menyukseskan program Posyandu serta mengikuti dan menjalankan arahan Ibu Ketum yaitu terkait pelaksanaan 6 Bidang SPM Posyandu demi menghadirkan pelayanan yang komprehensif bagi masyarakat kita,” imbau perempuan yang akrab disapa Kak Na itu.
Pada kesempatan tersebut, Kak Na juga mengapresiasi TP Posyandu Pusat yang telah memilih Aceh sebagai tuan rumah perdana pada peringatan Hari Posyandu Nasional 2026.
“Terima kasih dan apresiasi yang tinggi kami sampaikan kepada Ibu Ketum dan jajaran TP Posyandu yang telah menunjuk Aceh sebagai Tuan Rumah Pelaksanaan Puncak Peringatan Hari Posyandu Nasional 2026. Ini tentu menjadi momentum penting bagi kami untuk bangkit pasca bencana serta terus berbenah dalam upaya memberikan pelayanan bagi masyarakat,” ujar Kak Na.
Sementara itu, terkait proses rehabilitasi dan rekonstruksi pasca bencana, istri Gubernur Aceh itu mengimbau masyarakat untuk tetap semangat dan bersabar karena prosesnya terus berjalan.




