Memiliki keseimbangan dalam hidup, khususnya pekerjaan, lebih mudah diucapkan daripada dilakukan. Apalagi, dengan banyaknya perusahaan yang harus dikelola, membuat dirinya harus pintar mengatur waktu dan mendisiplinkan diri dari berbagai rutinitas padat, baik untuk pekerjaan maupun kehidupan pribadi.
“Sesibuk apa pun jadwal dan seberapa besar mobilitas seseorang dalam pekerjaan, tentu tetaplah harus menyediakan ruang untuk diri sendiri dan juga keluarga. Saya memiliki banyak cara sederhana untuk menikmati waktu luang, seperti berolahraga, membaca buku, serta mengikuti berbagai aktivitas seperti kajian dan sharing inspirasi,” ucapnya.
Dia juga aktif memberikan support Muhsisini Club, sebuah komunitas pengusaha muslim yang memiliki program positif di luar dunia usaha, salah satu program yang tengah dijalankan yakni mencetak tahfidz sekaligus CEO dengan dasar agama dan akhlak yang kuat.(Republika.co.id)










