Scroll untuk baca artikel
Pendidikan

Kisah Izzat, Anak Madrasah Jadi Doktor Kelautan Jepang

×

Kisah Izzat, Anak Madrasah Jadi Doktor Kelautan Jepang

Sebarkan artikel ini
M Izzat Nugraha. Dok. Kemenag RI

Selama menempuh pendidikan, ia menghadapi tantangan bahasa, budaya, serta keterbatasan biaya hidup. Untuk bertahan, ia bekerja paruh waktu sebagai pekerja bangunan dan pengantar koran pada dini hari sebelum berangkat kuliah.

“Saya pernah bekerja sebagai pekerja harian membongkar gedung tua, dan pernah menjadi pengantar koran pagi selama satu tahun lebih, dari jam 3 sampai 6 pagi, lalu ke kampus sekitar jam 9,” kenangnya.

Ia menyelesaikan studi sarjana pada 2020, melanjutkan S2 Biological Oceanography (2020–2022), dan meraih gelar doktor pada 2025. Selama kuliah, ia memperoleh berbagai dukungan beasiswa, termasuk Presidential Fellowship dan program beasiswa pemerintah Jepang.

Fokus risetnya meliputi biologi kelautan, planktonologi, serta fenomena harmful algal bloom yang dapat membahayakan ekosistem laut. Ia juga meneliti persebaran plankton, analisis arus laut berbasis data satelit, dan pemodelan konektivitas laut.

Pada 2023, ia menjalani residensi doktoral di IPB University sebagai bagian dari penguatan kolaborasi riset Indonesia–Jepang.

Menurut Izzat, keberhasilan tersebut merupakan hasil dari kesabaran dan ketekunan dalam menjalani proses panjang. “Selalu ada jalan meraih cita, selagi ada upaya dan tawakkal,” ucapnya.

Ia pun berpesan kepada generasi muda agar berani bermimpi besar dan memanfaatkan peluang pendidikan yang tersedia. “Manfaatkan setiap peluang pendidikan yang ada. Jaga akhlak, integritas, dan semangat belajar. Dan, setelah itu harus kembali berkontribusi untuk bangsa dan umat,” tandasnya.***

Eksplorasi konten lain dari LiniMedia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca