Illiza juga sangat bersyukur dengan kehadiran ulama Al-Azhar Mesir. “Atas nama Pemko dan masyarakat Banda Aceh saya ucapkan ahlan wa sahlan. Kehadiran Syeikh menjadi kehormatan dan penguat hubungan keilmuan Aceh dengan Al-Azhar yang sudah lama menjadi rujukan,” ujarnya.
Illiza menutup dengan harapan forum ini melahirkan rumusan nyata. “Mudah-mudahan suatu hari ketika ditanya siapa yang bertanggung jawab menjaga Syariat Islam di Banda Aceh, jawabannya bukan pemerintah saja, bukan ulama saja, tetapi kita semua,” ucapnya.
Dalam tausiahnya, Syeikh Dr Hisyam Al-Kamil Hamid Musa menyampaikan kebahagiaannya bisa bersilaturahmi di Banda Aceh, negeri pertama yang ia kunjungi di Asia. Ia menekankan pentingnya hubungan ulama-umara-masyarakat sebagaimana dicontohkan Rasulullah di Madinah.
“Jika ulama dan umara bersatu, maka masyarakat akan hidup baik dan sejahtera. Sebaliknya jika tidak sinergi akan terjadi kekacauan. Tugas pemimpin adalah menjaga agama agar perintah Allah dan sunnah dijalankan dengan baik. Untuk itu perlu fasilitas pendidikan yang memadai,” kata Syeikh.
Usai penyampian tausiah, acara dilanjutkan dengan dialog bersama Syeikh Dr Hisyam, hingga penyusunan rumusan sebagai bahan kebijakan penguatan syariat Islam ke depan di ibu kota. (*)












