“Selamat kepada Bupati dan Wakil Bupati Aceh Singkil yang baru dilantik untuk masa jabatan 2025-2030. Amanah ini adalah bentuk kepercayaan masyarakat yang harus dijaga dengan baik. Semoga saudara sekalian dapat menjadi pemimpin yang amanah, bijaksana, dan bertanggung jawab dalam mengemban tugas selama lima tahun ke depan,” kata Gubernur mengingatkan.
Penghapusan Barcode BBM untuk Memudahkan Rakyat dan menghindari Konflik di SPBU
Pada kesempatan tersebut, Mualem menjelaskan kebijakannya terkait penghapusan penggunaan barcode BBM adalah untuk memudahkan masyarakat serta menghindari konflik antara konsumen dengan pihak Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum saat pengisian BBM.
“Ada beberapa kasus yang saya lihat langsung, masyarakat datang ke SPBU dengan mendorong mobil pick up miliknya ke SPBU karena kehabisan BBM, namun pihak SPBU tidak bersedia mengisi karena pemilik mobil tidak mempunyai barcode. Ini tentu sangat menyusahkan masyarakat dan menghambat kegiatan ekonomi masyarakat kita. Karena itulah saya menghapus penggunaan BBM di seluruh Aceh,” ujar Mualem.
“Sejumlah gubernur di Indonesia juga menyampaikan dukungan terhadap inisiasi saya menghapus penggunaan barcode BBM. Para gubernur juga akan mengikuti kebijakan ini,” imbuh Mualem.
Sebelumnya, Bupati Aceh Singkil Safriadi Oyon, menyampaikan apresiasi serta mendo’akan agar Gubernur Aceh selalu sehat dan selalu mendukung berbagai program pembangunan di Aceh Singkil.
“Amanah yang kami emban bukanlah tugas yang ringan, kami sangat membutuhkan dukungan Pak Muzakir Manaf selaku Kepala Pemerintah Aceh. Pada kesempatan ini, kami juga menyampaikan apresiasi atas perjuangan Pak Muzakir Manaf dalam membebaskan lahan untuk dimanfaatkan masyarakat seluas lebih dari 2.015 hektar,” ujar Oyon.












