LM – Puluhan pengemudi ojek online (ojol) dari berbagai komunitas di Banda Aceh menggelar kopi darat (kopdar) gabungan di Warung Kopi Nanggroe pada Sabtu malam, 18 Mei 2025. Pertemuan yang berlangsung hingga pukul 23.00 WIB itu menjadi ajang konsolidasi menjelang aksi nasional yang direncanakan berlangsung pada 20 Mei 2025.
Dalam forum tersebut, para pengemudi menyuarakan lima tuntutan penting terhadap perusahaan penyedia layanan transportasi daring. Mereka menilai sejumlah kebijakan perusahaan tidak berpihak kepada kesejahteraan para mitra pengemudi di lapangan.
Pernyataan sikap tersebut dibacakan langsung oleh Irawan, Ketua Komunitas Grab Aceh Rayeuk (GAR), yang mewakili gabungan tujuh komunitas besar ojol di Banda Aceh. Ia menegaskan bahwa seluruh komunitas telah menyatukan suara demi mendorong perubahan.
“Kami driver ojol Banda Aceh menyatukan suara,” ujar Irawan dalam pernyataan tertulis hasil kopdar gabungan. Selasa, 20 Mei 2025.
Kelima tuntutan yang disuarakan para pengemudi antara lain:
- Penghapusan sistem slot dan beta yang selama ini diterapkan di Banda Aceh. Para pengemudi menilai sistem ini merugikan karena membatasi akses order secara tidak adil.
- Penyesuaian tarif ongkir dari orderan dabel, yang selama ini dianggap tidak sebanding dengan beban kerja.
- Penutupan penerimaan driver baru, demi menjaga keseimbangan jumlah pengemudi dengan ketersediaan order.
- Penyesuaian tarif aplikasi agar sesuai dengan undang-undang yang telah ditetapkan pemerintah.
- Pemerataan orderan kepada seluruh mitra driver, guna menciptakan keadilan dalam pembagian penghasilan.
Tak hanya menyampaikan tuntutan tertulis, para driver juga menyepakati aksi damai berupa penghentian operasional aplikasi (off-bid) selama tiga jam pada hari aksi nasional.












